Bahayanya Pemberian Bantuan Susu Formula

JAKARTA, KOMPAS - Departemen Kesehatan dan Unicef mengingatkan bahayanya menyumbang susu formula dan susu bubuk kepada korban banjir. Meskipun disertai etiket baik, disarankan susu formula dan susu bubuk sebaiknya tidak disumbangkan, dan hanya diberikan apabila pemakaiannya dapat ditargetkan dan dimonitor dengan hati-hati.

Demikian dikemukakan Kepala Komunikasi Publik Departemen Kesehatan (Depkes) dr Lily Sulistyowati dan Unicef di Jakarta, Senin (12/1). Dalam keadaan normal saja, anak yang diberi susu formula kemungkinan terserang penyakit, dan angka kematian karena infeksi lebih tinggi daripada yang diberi air susu ibu (ASI).

Risiko terkena penyakit dan mati karena infeksi lebih besar dalam kondisi air bersih dan sanitasi sangat terbatas, sebagaimana terjadi akhir-akhir ini di Jakarta akibat banjir. Indonesia sudah mengalami konsekuensi negatif dari susu formula dan bentuk lain dari susu yang dibagikan, saat bencana lain terjadi di Yogyakarta dan Aceh.

Survei bersama yang diadakan Depkes dan Unicef menyatakan, pada sekitar 80 persen bayi dan anak di bawah usia dua tahun penerima bantuan susu formula atau susu bubuk setelah gempa di Yogyakarta, ditemukan kenaikan 600 persen anak yang menderita diare. Diare terjadi dua kali lebih banyak pada mereka yang menerima bantuan susu formula daripada yang tidak.

Tersedianya banyak susu formula atau susu bubuk menyebabkan para ibu beralih dari menyusui ke pemberian makanan artifisial. Sebulan setelah gempa di Yogyakarta, misalnya, proporsi pemberian makanan artifisial pada bayi meningkat dua kali lipat.

Depkes dan Unicef menyatakan, menyusui memberikan gizi yang optimal pada anak dan memberi perlindungan antibodi yang tidak dapat digantikan oleh susu formula. Pada kenyataannya, menyusui telah terbukti sebagai pendekatan kesehatan masyarakat yang paling efektif untuk mencegah kematian anak. Penelitian data dari 42 negara menunjukkan bahwa menyusui secara eksklusif saja dapat mencegah 13 persen kematian bayi dan anak, angka tertinggi jika dibandingkan dengan keikutsertaan yang lain.

Unicef, WHO, dan Depkes merekomendasikan untuk menyusui sesegera mungkin dalam waktu empat jam setelah kelahiran, menyusui secara eksklusif selama enam bulan pertama dilanjut- kan dengan menyusui dan makanan tambahan yang cukup dari usia enam bulan sampai dua tahun.

Akibat banjir di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Bara, hingga Minggu (11/2) pukul 19.00 jumlah korban meninggal 68 orang, pengungsi 328.358 orang, pasien rawat inap 508 orang di 15 rumah sakit di Jakarta. Pasien rawat jalan 189.746 jiwa dan yang dirujuk tiga orang. Pasien ditangani di 227 pos kesehatan.

Sumber: Kompas
Penulis: Lok
Diambil: Kompas Cyber Media, 13 Februari 2007

Speak Your Mind

*

Current day month ye@r *