“Apakah di Dalam Air Susu Pengguna PUTAUW Terdapat Putauw..?”

Oleh: dr Samsuridjal Djauzi

Kasus:

“Sudah tiga tahun adik perempuan saya yang berumur 21 tahun menggunakan putauw.  Sejak itu keadaan di keluarga kami mengalami perubahan. Jika semula kami  di  keluarga sering bercengkerama dan tertawa, sekarang kami lebih banyak prihatin. Saya  mempunyai tiga saudara dan hanya seorang inilah yang menggunakan narkoba.  Meski demikian  dampaknya terasa  pada kedua orangtua kami dan juga pada adik dan kakaknya. Selama tiga tahun ini kami berusaha menyesuaikan diri menghadapi masalah ini. Kami telah mencoba membawanya ke berbagai dokter spesialis, bahkan juga ke wisma pemulihan, namun hasilnya mengecewakan. Dia hanya berhenti sebentar kemudian menggunakan lagi. Untungnya dia memahami penggunaan jarum suntik bersama dapat menularkan penyakit sehingga dia secara disiplin menggunakan jarum suntik yang steril dan hanya untuk dirinya sendiri. Pada pemeriksaan dokter enam bulan lalu dia bebas hepatitis C dan HIV. Sekitar empat bulan lalu masalah lain timbul, adik saya hamil. Untunglah pria yang menghamilinya bersedia menikahinya. Suaminya sebenarnya  mantan pecandu tetapi sekarang telah berhasil berhenti selama setahun. Dia berusaha untuk mengajak istrinya berhenti tetapi tidak berhasil. Pertanyaan  saya bagaimana pengaruh putauw terhadap kehamilan dan apakah adik saya nanti boleh menyusui anaknya? Apakah di dalam air susu pengguna putauw juga terdapat putauw? Atas kesediaan  dokter  menjawab masalah adik saya tersebut saya ucapkan terima kasih

(Ny Lisa, Jakarta)

Jawab:
 
SAYA  dapat  memahami  kesulitan  yang  dihadapi  keluarga  Anda. Harapan  saya,  keluarga  Anda  dapat  tabah dan terus berusaha untuk mendampingi dan menolong anggota keluarga yang kecanduan narkoba.

Putauw adalah nama  jalanan untuk heroin. Heroin dalam tubuh diubah  menjadi  morfin.  Jenis  narkoba  ini menimbulkan adiksi yang tidak mudah diatasi. Adiksi ini tidak hanya dialami oleh adik Anda tetapi oleh orang-orang yang menggunakan narkoba.    

Adiksi  timbul  akibat adanya reseptor (penerima) morfin di otak. Reseptor ini menghendaki agar dalam tubuh selalu terdapat morfin.

Bila  penggunaan morfin dihentikan akan terjadi gejala-gejala akibat penghentian obat ini yang disebut gejala putus obat (sakauw).

Gejala ini ada kalanya hebat sehingga meskipun adik Anda berusaha berhenti nyatanya tidak berhasil. Namun demikian hendaknya Anda tidak berputus asa karena dengan bantuan dokter psikiater cukup banyak orang yang berhasil berhenti meskipun sudah kecanduan beberapa tahun.    

Morfin memang  mempengaruhi  janin. Obat ini melewati ari-ari (plasenta) sehingga pertumbuhan janin mungkin terpengaruh. Pengaruh terhadap  pertumbuhan  janin  semakin  nyata  apabila  ibu hamil yang menggunakan morfin kurang memperhatikan makanannya. 

Morfin dapat mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah sehingga bayi tersebut rentan  terhadap  infeksi  dan  gangguan pernapasan pada minggu-minggu pertama setelah kelahiran.

Sebenarnya  penggunaan  jarum  suntik untuk narkoba juga berisiko penularan penyakit. Rupanya adik Anda sudah memahami hal ini sehingga dia menggunakan jarum suntik yang steril.

Apabila  penggunaan  morfin  diteruskan  sampai  bayi  lahir maka setelah  lahir  bayi  pun  dapat mengalami gejala putus obat (sakauw) karena selama dalam kandungan janin terpapar morfin dari ibunya.

Gejala putus obat pada bayi dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya oleh faktor kesehatan  ibu. Gejala ini pada bayi berupa banyak keringat, demam, sesak napas, gelisah, kejang otot, dan bila menangis suara  tangisannya  melengking. 

Pengobatannya dengan cara menyelimuti,  memandikan, dan lebih sering disusui. Namun  demikian  patut diketahui bahwa air susu ibu yang  masih  menggunakan  morfin  juga  akan  mengandung morfin. Oleh karena  itu  bila  memungkinkan sebaiknya bayi yang ibunya pengguna putauw diberi air susu pengganti.  

Persoalan menjadi  lebih rumit bila sang ibu tidak dapat membeli susu  pengganti,  karena tanpa air susu bayi akan berisiko kekurangan gizi  dan mudah terkena infeksi. Untuk mempersiapkan persalinan nanti bila adik Anda setuju hendaknya dokter yang menolong diberi tahu mengenai permasalahan kecanduan putauw ini.  

Saya  mendoakan agar adik Anda dan Anda sekeluarga mendapat jalan keluar yang baik dari kesulitan yang dihadapi. *

sumber: Kompas Cyber Media, 05 November 2003

Artikel lain:

  1. Air Susu Ibu Versus Susu Formula
  2. Gizi Anak: Kebutuhan Kalsium Anak
  3. Christina Aguilera, Berdiet Dengan Menyusui
  4. 9 Rambu Menjemur Bayi
  5. Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan

Written by ILoveASI on March 19, 2012 under Diet Ibu Bayi.

Comments

No Comments

Add a Comment

* means field is required.

Name *

Mail *

Website