SERBA-SERBI KLINIK LAKTASI
Menyusui memang proses alami. Tetapi banyak kesulitan yang ditemui seorang ibu dalam pelaksanaannya. Klinik Laktasi mencoba membantu menangani kasus ibu dan bayi dalam soal menyusui.
Ibu mana yang tak bahagia ketika anaknya sudah lahir? Tetapi tugas ibu belumlah selesai. Membesarkan dan merawatnya dengan cinta adalah tugas yang akan dihadapinya dalam kehidupan si kecil.
Menyusui bayi adalah salah satu ekspresi cinta seorang ibu. Hampir semua ibu berkeinginan menyusui anaknya sendiri. Menyusui adalah kegiatan yang mengasyikkan bagi keduanya. Si ibu bisa membelai dengan mesra bayi mungilnya dan si bayi akan merasakan belaian itu sebagai sebuah kehangatan kasih sayang.
Tetapi tak jarang kesulitan ditemui dalam menyusui. Entah karena puting susu ibu lecet, payudara bengkak, ASI tak mau keluar, bayi tak mau mengisap,dan sebagainya. Ke manakah ibu bertanya jika menemui kasus-kasus tersebut? Salah satu alternatif adalah Klinik Laktasi Pelayanan Kesehatan Sint Carolus. Di tempat inilah para ibu, juga ayah sebagai pendamping, dapat melakukan konsultasi mengenai berbagai masalah dalam menyusui bayinya.
Di klinik yang didirikan pada 1 Desember 1993 ini, para ibu yang mempunyai kesulitan dalam menyusui bayinya dapat berkonsultasi dengan petugas yang ada. Terutama bila kesukaran tersebut tidak bisa dijawab lewat Hotline Laktasi. Misalnya saja, payudara agak mengeras seperti tersumbat, cara-cara memeras ASI agar tetap steril, perawatan payudara, dan cara memberikan ASI dengan sendok.
Semua pengetahuan itu akan sangat berguna, terutama apabila ibu akan kembali bekerja setelah cuti melahirkannya berakhir. Jadi, tak ada alasan untuk menghentikan pemberian ASI karena pekerjaan di kantor. Juga sangat tidak masuk akal jika si ibu menolak memberikan ASI dengan alasan kecantikan. Karena perubahan bentuk payudara bukan disebabkan oleh proses menyusui. Melainkan oleh kehamilan. “Kalau tak mau payudara berubah, ya jangan hamil,” tegas dr. Utami S. Roesli, DSA, MBA, Ketua Tim Peningkatan Penggunaan ASI, RS Sint Carolus.
HANYA ASI
Menurut para ahli, sampai usia 6 bulan bayi belum membutuhkan minuman atau makanan selain ASI (ASI Eksklusif). Artinya, bayi hanya memperoleh air susu ibu saja tanpa tambahan cairan (susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan lain-lain) juga makanan lain seperti pisang, bubur, biskuit, nasi tim, dan lain-lain).
Pemberian ASI secara eksklusif ini banyak memberikan keuntungan. Itu karena ASI mengandung zat nutrisi dengan kualitas, kuantitas, dan komposisi ideal untuk pertumbuhan, kesehatan, dan kecerdasan bayi.
ASI dapat menyebabkan pertumbuhan sel otak lebih optimal, terutama karena ASI mengandung protein khusus, yaitu taurin. Juga mengandung laktosa dan asam lemak ikatan panjang dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan susu sapi/kaleng. Kandungan ASI pun menghindarkan bayi dari bahaya infeksi dan alergi. Bahkan mampu merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh pada bayi. “Jadi, sangat jelas ASI itu tidak bisa digantikan oleh apa pun,” tegas dr. Utami.
Pemberian ASI Eksklusif ini dianjurkan paling kurang 4 bulan, kalau bisa sampai 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, harus mulai dikenalkan dengan makanan padat. Sedangkan ASI bisa terus dilanjutkan sampai bayi berusia satu tahun. Akan lebih baik lagi jika sampai bayi berusia 2 tahun.
sumber: Tabloid Nakita
Artikel lain:

IRAYANI
November 7, 2008 at 8:51 pm
terim kasih banget krn saya terbantu untukpenyusunan skripsi saya.
>>> sama-sama mbak. Senang bisa membantu.
Balada Kampanye Menyusui « Balada PNS
December 18, 2008 at 7:28 am
[...] bentuk payudara jadi berubah karena menyusui. Padahal menurut tulisan di Tabloid Nakita dalam situs Menyusui.com, perubahan bentuk payudara bukan disebabkan oleh proses menyusui, melainkan oleh [...]
Erna
April 30, 2009 at 4:20 pm
Bayiku baru 3 bulan..tapi aku sudah mulai kerja ketika dia usia 2 bulan…saat ini produksi asi ku tdk begitu banyak lagi,tidak seperti saat saya masih di rumah..Asi sampai membanjir.
Bayiku hanya minum Asi dimalam hari saja..
jujur seh anakku lebih milih Asi daripada susu formulanya.kalau dia tau saya dirumah pasti dia tidak mau meminum susu botolnya.
Bagaimana cara memperbanyak ASi ya ,di Massage sudah kulakukan tapi produksi masih blom begitu banyak…tolong dibantu dong…Thanks
>>> Dear Ibu Erna
Cara paling gampang memperbanyak ASI adalah dengan mempersering memerah ASI.
Oya, ketika Ibu di kantor apakah Ibu tetap memerah ASI? Atau Ibu membiarkan payudara Ibu penuh, tanpa mengosongkannya?
ASI itu diproduksi berdasarkan kebutuhan, Bu… Bagaimana payudara ibu mengetahui kebutuhannya adalah dengan sering-sering ‘digunakan’ (mind my word ya Bu), maksud saya dengan lebih sering menyusui atau memerah ASI secara otomatis payudara akan memproduksi lebih banyak ASI.
Agak repot memang, jika harus bolak-balik memerah ASI saat di kantor, tapi demi tujuan mulia iALLAH bisa dilakukan ya Bu… Apalagi ASI adalah makanan TERBAIK untuk bayi.
Artikel seputar ASI perah dapat dilihat di sini ya, Bu.
luky
May 4, 2009 at 10:29 am
ASI saya dari melahirkan sampai anak saya sekarang umur 3 bulan kurang banyak keluarnya. Kalopun keluar itu cuman merembes, menetes. TIdak bisa mancur spt org2. Udah mencoba minum lancar ASI tp masih saja sedikit keluarnya. Kalopun diperas dengan jari itu tak lebih dari 20 cc. Mohon solusi gimana bisa ASI saya keluar banyak. Terima Kasih..
>>> Dear Ibu Luky
Definisi ASI cukup atau tidak, tidak bisa dilihat dari rember atau tidak. Dua kali menyusui, saya jarang sekali mengalami rembes, dan kalau diperahpun hasilnya sedikit.
Karena ASI itu prinsipnya supply and demand, untuk memperbanyak produksi, bisa dengan mempersering memerah ASI. Misalnya biasanya setiap 3jam sekali, dipercepat jadi 2jam sekali.
Semoga membantu ya Bu…
RIKA
June 11, 2009 at 9:34 pm
saya memberi asi eksklusif untuk bayi saya, saya memerah asi setelah pulang kerja. apakah ini efektif untuk memperbayak asi? berapa jam asi perah tersebut masih layak digunakan dan berapa jam bila disimpan di lemari es. tolong infonya ya bu…
>> Ibu Hesty
Selamat ya, Ibu telah berkeinginan untuk memberikan ASI-X pada buah hati ibu.
Pada prinsipnya, produksi ASI bergantung pada berapa sering Ibu memerah. Semakin sering Ibu memerah ASI, maka semakin banyak ASI yang diproduksi. Jika memungkinkan, memerah ASI dapat dilakukan di kantor, kemudian ASI perah disimpan dalam lemari es.
ASI Perah yang disimpan dalam lemari es, dapat bertahan hingga 24jam.
ga, Belanja juli
November 18, 2009 at 5:14 pm
mau tanya, asi yg sudah diperah, bolehkah dicampur lg dengan asi perahan berikutnya?
atau hrs disimpan dlm botol yg berbeda?
thanks..
>>>
Dear,
Ada beberapa pendapat mengenai hal ini.
Ada yang mengatakan harus dipisah. Ada yang mengatakan boleh digabung selama jarak perah tidak terlalu jauh.
rina
November 27, 2009 at 12:35 pm
saya memberi asi exc untuk putra saya,saat ini putra saya sdh berumur 2 bln,tp skrg sy sdg risau karna org tua suami blg bahwa harus nya anak kami di berikan makan paling tidak di berikan buah pisang,saya sangat tdk setuju karna yg sy tau asi 6 bln lah yg terbaik bg putra saya untuk kekebalan tubuhnya,tp mertua ttp tdk mengerti dan memaksa terus agar ank kami mkn pisang,yg ingin sy tanyakan apakah pemberian pisang bg bayi itu boleh, dan apakah itu dpt merusak program asi exc,lalu bagaimana caranya saya dapat memberikan penjelasan kepada mertua saya bu, pertanyaan yg ke 2 apa btl kl anak tdk di kasih makan prt nya bs kembung?? tolong info yg selengkap2nya terima kasih
>>> Dear Ibu Rina,
Sebaiknya lakukan pendekatan perlahan pada mertua. Kalau saya dulu, yang melakukan pendekatan adalah suami. Melakukan edukasi pada ASI-X memang tidak semudah yang kita bayangkan. Jika ada artikel dan tulisan mengenai ASI X diprint dan diberikan pada mertua dan orang-orang disekitar kita, agar sedikit demi sedikit mereka memahami manfaat pemberian ASIX bada bayi.
Mama Hisyam
October 20, 2011 at 6:22 am
Dear klinik laktasi, saya ibu dari baby 3 mth (BB 6 Kg). Saya sedang berusaha utk memberikan ASI ekslusif kpd putra saya. Pada saat bayi saya tidak mempunyai masalah dalam menyusu. Menginjak usia 3bln tiba2 saja dia tidak mau menyusu pd saat sadar. Jadi hanya mau menyusu pada waktu tidur. Saya sudah konsul ke DSAnya, menurut DSA bayi saya tdk mau menyusu krn flu. Tapi setelah flunya hilang, dia tetap tdk mau menyusu ketika sadar. Sudah dicek mulutnya juga tdk ada masalah kata DSAnya. Ini sudah berlangsung selama 2 minggu. Berbagai cara dan posisi menyusui sudah saya coba. Saya jg coba memerah ASI dan ditaruh didlm botol dot, tapi bayi saya tetap tidak mau. Mohon bantuan ya, krn saya benar2 bingung harus bagaimana, krn frekuensi menyusunya sangat sedikit sekali (cuma 8 kali sehari semalam, pd saat tidur saja)
mia
December 19, 2011 at 11:03 pm
bayi saya berusia dua bulan, dan saya asi exclusive, apakh makanan yg ibu konsumsi bisa menyebabkan alergi pada bayi? apa penyebab pertambahan berat badan bayi tidak sesuai angka ideal? dan mengapa bab bayi saya tidak setiap hari?