Laporan Wartawan Kompas Yenti Aprianti
BANDUNG, KOMPAS- Setiap hari 430 balita di Indonesia meninggal. Data tersebut didapat dari The World Health Report tahun 2005. Padahal dengan inisiasi menyusui dini kematian pada bayi bisa terus ditekan.
Dr Utami Roesli, Ketua Sentral Lataksi Indonesia mengatakan jika bayi diberi air susu ibu atau ASI ekslusif selama enam bulan dan diteruskan hingga 11 bulan, lalu diberi makanan keluarga setelah usia 11 bulan maka jumlah balita yang meninggal bisa ditekan hingga 41 persen.
Utami menjelaskan hal tersebut para dokter dari berat bagai rumah sakit, bidan, dan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat yang menitikberatkan perhatian pada keluarga. Acara Workshop Inisiasi Menyusui Dini Mencegah Kematian Neonatal ini dilaksanakan di Hotel Savoy Homann, Selasa (6/11).
Hal utama dalam inisiasi menyusui dini adalah memberikan kesempatan pada bayi dan ibunya segera berinteraksi setelah proses kelahiran. Pada metode konvensional, setelah lahir bayi dibersihkan dan dibalut selimut. Lalu dipisahkan dengan ibunya karena ibunya akan dibersihkan juga.
Tetapi metode yang kini tengah disosialisasikan adalah bayi dikeringkan dengan lap. Lalu dibaringkan di dada ibunya. Ia akan mencari sendiri puting ibunya dan menyusu. Pada peristiwa menyusu tersebut stres pada bayi akibat trauma dikeluarkan dari rahim turun 50 persen dan kekebalannya meningkat 50 persen. Pada ibu yang melahirkan tingkat stresnya menurun hingga 70 persen. Selain itu bayi akan mendapatkan komposisi air susu yang paling tepat untuk dirinya.
sumber: Kompas Cyber Media, 6 November 2007
