Kiat Ibu Menyusui dan Berpuasa

Menjelang bulan Ramadhan, seringkali ibu menyusui bertanya kepada dokternya, apakah boleh berpuasa? Apakah tidak akan mempengaruhi gizi ibu?

Jangan kawatir bayi akan kekurangan ASI, karena pada dasarnya puasa hanya mengubah jadwal makan. Pada hakikatnya, puasa hanya memindahkan makan pagi, siang, dan malam menjadi buka, sahur, dan waktu di antaranya.

Produksi ASI Menurun?
Tubuh dapat mendeposit makanan dan dapat menggunakannya jika dia memerlukan makanan tersebut. Jika diet tidak memenuhi kebutuhan sehari, akan terjadi mekanisme keseimbangan secara alamiah. Asupan makanan yang dikonsumsi ibu menyusui selama berpuasa bisa dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak.

Selama bulan Ramadan, ibu menyusui bebas memilih untuk berpuasa atau tidak. Jika memilih tidak, kebanyakan beralasan bahwa puasa sebulan akan menurunkan produksi ASI. Hasil penelitian terhadap ibu menyusui dan ibu tidak hamil dan tidak menyusui dan puasa semalam. Ketika diperiksa asam lemak bebas, trigliserida, betahidroksibutirat, alanin, insulin, glukagon, ternyata pada ibu menyusui tidak berbeda dengan ibu tidak hamil dan tidak menyusui.

Ketika berpuasa, bila ibu merasa sangat lemas sehabis menyusui, maka beristirahatlah. Dengan cara tidur atau sekadar rileks menenangkan pikiran. Bahwa sukses tidaknya menyusui, adalah adanya pikiran yang tenang dan positif, dan juga pengeluaran ASI dipengaruhi oleh isapan bayi. Semakin sering diisap, produksinya akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa, ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Tips Menyusui tapi Tetap Berpuasa

  1. Di saat makan sahur, konsumsi makanan bergizi seimbang, namun perbanyak minum, terutama minum air hangat.
  2. Menyusui setelah makan sahur selama mungkin
  3. Di kantor, usahakan memompa ASI dengan frekuensi seperti saat tidak berpuasa. Di rumah, mintalah pengasuh bayi untuk memberi ASI simpanan seperti biasa plus makanan pendamping lain.
  4. Satu jam menjelang pulang, usahakan agar bayi sudah tidak diberi makanan/ minuman apapun.
  5. Saat berbuka puasa, usahakan minum minuman hangat untuk merangsang kelancaran ASI
  6. Setelah berbuka, segera menyusui bayi
  7. Sebelum tidur, konsumsi makanan ringan dengan minuman hangat.

Referensi:
Perubahan payudara pada waktu hamil dan laktasi. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono. 476. Jakarta: 1997.
Dietary reference value for food energy and nutrient for the United Kingdom. Report on Health and Social Subject. London. HMSO. 2001

sumber: anakku.net

Comments

  1. bagaimana jika asi tidak diberikan selama 10 jam..?

    >>> Dear,

    ASI yang telah diperah, jika dibiarkan di udara terbuka tahan hingga 4jam. Jika disimpan dalam lemari es, tahan hingga 24jam. Namun, jika ASI tidak diperah seharian, tetap baik untuk langsung diberikan pada bayi.

  2. apa ada istilah asi itu basi…?

    >>> Dear
    Secara ilmiah, jika ASI tetap berada dalam payudara ibu, maka tidak ada istilah basi

Speak Your Mind

*

Current day month ye@r *