Dr. Najib Advani SpAK MMed Paed,
Dokter Spesialis Anak Konsultan-Ahli Jantung Anak (Bagian Kesehatan Anak FKUI RSCM) dan Staf Pengajar FKUI-RSCM
Dokter Najib, saya ibu seorang putri berusia 3 bulan. Saya ingin menanyakan, ASI yang sehat itu seperti apa sih, Dok? Apakah kental dan tidak membuat bayi menjadi mencret? Apa saja makanan yang harus dipantang oleh ibu yang sedang menyusui? Sampai kapan bayi boleh mandi dengan air hangat karena suami saya mengatakan, kalau terus pakai air hangat, besarnya nanti tidak kuat air dingin, benarkah? Betulkah kalau mengajak ngobrol/main dengan bayi tidak boleh terlalu dekat? Seberapakah jarak yang ideal?
Siti Maryam – Bandung
Pemberian air susu ibu (ASI) saja atau yang dikenal sebagai ASI eksklusif dapat memenuhi kebutuhan bayi 100 persen sampai usia 6 bulan. Pada usia 6-12 bulan, ASI saja dapat memenuhi kebutuhan sekitar 60-70 persen. Berarti mulai usia 6 bulan diperlukan makanan tambahan. Setelah usia 1 tahun, ASI hanya memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan anak sehingga pemberian makanan padat harus lebih digalakkan. Pemberian ASI tetap dianjurkan sampai usia anak 2 tahun.
Boleh dikatakan ASI selalu sehat. Bentuk ASI dapat berubah. Saat saat awal setelah bayi lahir, ASI agak kental kekuningan yang dikenal sebagai kolostrum kemudian warnanya menjadi lebih putih. Ibu yang menyusui boleh makan bebas asal wajar. Meskipun demikian, ada bayi yang sensitif. Misalnya jika ibu makan makanan yang pedas ia jadi mencret atau kembung. Jika demikian halnya sebaiknya ibu menghindari makanan yang terlalu pedas atau yang banyak mengandung rempah-rempah. Jika ibu menyusui juga hindari minum obat yang tidak perlu. Jika perlu sebaiknya konsultasikan ke dokter. Banyak jenis obat yang diminum ibu yang sebagian dikeluarkan melalui ASI sehingga dapat menimbulkan pengaruh pada bayi.
Bayi sampai usia 1 tahun sebaiknya mandi air hangat, yaitu suhu air sekitar suhu tubuh (36-37 C). Di daerah tropis seperti Indonesia mandi air dingin saat cuaca baik mungkin tidak masalah bagi bayi. Membiasakannya mandi air dingin akan membuatnya terbiasa sehingga ia menjadi tahan terhadap air dingin. Jika mengobrol dengan bayi pada jarak yang terlalu dekat dapat mengundang risiko penularan kuman dari mulut, terutama jika kita sedang tidak sehat atau merupakan karier (pembawa) kuman. Jadi lebih baik menjaga jarak yang wajar, lebih dari 50 cm.
sumber: tabloid Nakita
