Para Ibu, Kembalilah ke ASI
Ramainya pemberitaan mengenai keluhan para ibu terhadap naiknya harga susu menyiratkan kesan betapa para ibu di tanah air sangat bergantung pada susu formula. Padahal ada nutrisi terbaik bagi kecerdasan dan kesehatan bayi, mendapatkannya pun dengan cuma-cuma, yakni air susu ibu (ASI).
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 1997, mengungkapkan hanya 52 persen ibu yang menyusui bayinya, itu pun rata-rata hanya selama 1,7 bulan. Padahal Organsisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar bayi baru lahir mendapat ASI eksklusif (tanpa tambahan apa-apa) selama enam bulan. Bagi para ibu bekerja hal tersebut tentu menjadi dilema, mengingat cuti yang mereka dapatkan pascapersalinan hanya tiga bulan.
Walau begitu, sebenarnya ada cara yang bisa ditempuh para ibu untuk tetap memberikan ASI meski ia bekerja. ASI diberikan kepada bayi dengan cara tidak langsung. Caranya adalah memompa ASI dan menyimpannya di dalam freezer, dengan cara ini ASI tetap bisa digunakan hingga tiga bulan kemudian. Memang sedikit merepotkan, namun jika dilandasi keinginan agar tumbuh kembang buah hati lebih optimal, tak ada yang tak mungkin.
Hak setiap bayi
Meski banyak susu formula dibuat dengan komponen semirip mungkin dengan ASI, ASI tetap tak tergantikan. ASi mengandung zat antibodi (kekebalan tubuh) yang memberikan perlindungan alami pada bayi. Sedikitnya ada 100 macam zat yang tidak terdapat dalam susu formula. Selain itu ASI juga mengandung zat-zat yang penting untuk perkembangan otak, DHA (docosa hexanoic acid) dan AA (arachidoci acid), lutein dan masih banyak lagi.
Yang perlu diingat para ibu, memperoleh ASI merupakan hak asasi setiap bayi sebagaimana Konvensi Hak-hak Anak tahun 1990, yang menegaskan bahwa tumbuh kembang secara optimal merupakan salah satu hak anak. Dari sisi psikologis, pemberian ASI akan mendekatkan hubungan batin ibu dan anak. Tak hanya untuk anak, ASI juga bermanfaat untuk sang ibu, antara lain menjarangkan kehamilan, serta menurunkan risiko kanker payudara.
Jadi para ibu, berikanlah ASI hanya untuk si buah hati. Yakinlah bahwa ibu bisa menyusui, karena hanya satu dari seribu ibu yang tidak bisa menyusui. ASI pun akan keluar sebanyak yang dibutuhkan.
Penulis: An
sumber: Kompas Cyber Media, 05 Juli 2007
Artikel lain:
- ASI, Terbaik untuk Bayi
- Kiat Agar Proses Menyusui Berjalan Lancar
- Kualitas ASI
- Berikan Hanya ASI untuk BAYI Anda
- ASI Eksklusif Turunkan Diare Pada Bayi
Written by ILoveASI on December 9, 2011 under Manfaat ASI.

Comments