Pemberian ASI Cara Mudah dan Murah Menyelamatkan Jutaan Nyawa Bayi

Penanganan yang relatif sederhana dan murah bisa mencegah kematian tiga juta bayi tiap tahun, demikian diungkapkan para dokter dan peneliti Perserikatan Bangsa-Bangsa.
 
Menurut penelitian yang dipublikasikan journal kesehatan The Lancet, setiap tahun, empat juta bayi berusia di bawah sebulan meninggal, dan tiga perempatnya meninggal pada minggu pertama kelahirannya. Padahal riset menunjukkan bahwa kebanyakan bayi sebenarnya bisa diselamatkan lewat 16 penanganan dasar, seperti memberinya ASI dan memberikan antibiotik.

Negara-negara anggota PBB sendiri telah menargetkan untuk mengurangi kematian ibu dan anak hingga dua pertiga angka sekarang pada tahun 2015. Namun sebagian besar riset pencegahan kematian bayi difokuskan pada teknologi kedokteran yang mahal untuk menyelamatkan bayi di negara kaya yang hanya 1 persen dari jumlah total kematian bayi. Sementara sekitar dua pertiga kematian bayi terjadi di sepuluh negara, yakni Afghanistan, Bangladesh, China, Republik Democratik Congo, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Indonesia dan United Republic of Tanzania.
 
Para dokter berharap riset terbaru ini akan membuat lebih banyak orang memperhatikan bayi-bayi di negara-negara miskin dan berkembang. “Kami yakin sebagian besar kematian bisa dicegah dengan pengetahuan yang kita miliki saat ini, dengan alat-alat yang bisa kita usahakan,” kata Vinod Paul, seorang dokter di All India Institute of Medical Sciences di New Delhi. “Tragedi kematian empat juta bayi yang baru lahir harus segera dihentikan.”

Murah dan Mudah

Para peneliti menunjukkan bahwa sebagian besar bayi meninggal akibat infeksi, kelahiran prematur, atau masalah saat kelahiran. Hal itu sesungguhnya bisa dicegah dengan cara yang murah dan mudah. Sebagai contoh, sekitar 500.000 bayi meninggal tiap tahun karena infeksi tetanus. Ini bisa dicegah seandainya si ibu diberi vaksinasi tetanus, yang harganya tidak sampai Rp 2.000 tiap suntikan.

Selain itu, kebanyakan bayi prematur butuh kehangatan, makanan, dan penanganan ekstra, yang bisa dilakukan oleh para ibu, perawat, dan keluarganya.
 
Anne Tinker, pekerja kelompok amal Save the Children, mengatakan salah satu programnya adalah melatih para perawat di Bolivia agar mereka melatih para ibu untuk menyusui segera setelah bayi dilahirkan. Memberi ASI diperkirakan bisa mencegah 1,3 juta kematian bayi di seluruh dunia setiap tahun.

Penanganan murah yang juga dipromosikan Save the Children antara lain alat-lata kelahiran yang bersih, termasuk sabun, pisau silet yang bisa digunakan memotong tali pusar, dan lembaran plastik untuk alas bayi. Ini dianggap perlu karena di negara-negara miskin pemotongan tali pusar sering dilakukan tidak menggunakan bahan steril, dan bayi seringkali dibiarkan tergeletak begitu saja, kata Tinker.

Beberapa negara seperti Sri Lanka, Vietnam, Indonesia dan Honduras, telah mulai bisa mengurangi kematian bayi menggunakan metode-metode tidak mahal seperti ini. Negara-negara bisa mengatasi masalah kematian bayi itu dengan tambahan sedikit biaya dari apa yang mereka keluarkan sekarang.

“Jumlah ini jauh lebih kecil dari yang dikeluarkan untuk bantuan tsunami,” kata Paul. “Padahal dengan dana sedikit itu kita bisa menyelamatkan empat juta nyawa, suatu jumlah yang setara dengan korban yang ditimbulkan tsunami bila gelombang itu datang tiap dua minggu dalam setahun.” (nature.com/wsn)

sumber: Kompas Cyber Media, 07 Maret 2005

Artikel lain:

  1. ASI, Terbaik untuk Bayi
  2. Cara benar menyusui
  3. Inisiasi Menyusui Dini Cegah Kematian Bayi
  4. Pemberian ASI, Cukup 10 Menit Tapi Teratur
  5. Seberapa sering bayi saya harus menyusu?

Written by ILoveASI on January 15, 2012 under Manfaat ASI.

Comments

No Comments

Add a Comment

* means field is required.

Name *

Mail *

Website