DEASY NOVIYANTI: “Enggak Boleh Mikir ASIku kurang”

Presenter Insert Investigasi ini makin “cerewet” usai melahirkan Jazmeen Indira Arkani (3,5 bulan)
KOLEKSI DOT

Mungkin tak seperti kebanyakan ibu bekerja lain yang meninggalkan atau menitipkan anaknya di rumah, Deasy Noviyanti (28) lebih memilih selalu mengajak si kecil ke tempat kerjanya. “Ya, aku kan kalau siaran paling 2 jam. Jadi Jia selalu ikut aku. Biasanya, sebelum siaran, aku susuin dulu, biar pas waktu kerja perutnya udah terisi. Pernah sih pas live, tiba-tiba dia nangis pengen nyusu. Tadinya memang dia ketiduran. Aku sudah coba bangunin, tapi dia tetap enggak mau nyusu, hingga akhirnya rewel deh. Begitu usai siaran aku cepat-cepat lari menyusui Jia,” cerita Deasy sambil tertawa.

Salah satu siasat agar kejadian seperti itu tak terulang, Deasy mencoba memompa ASI-nya dulu lalu memasukkannya ke botol susu. “Kan kalau aku kerja sampai 3-4 jam, mau enggak mau dia harus minum lewat botol.” Lantaran itu Jia sempat latihan menggunakan dot. “Kata orang sih kalau diberi dot nanti bingung puting, tapi kan aku enggak bisa maksain untuk menyusuinya terus. Kalau kondisinya tak memungkinkan, ya diakalin pakai botol. Selesai kerja, aku susuin lagi. Yang penting kan isi dalam botol tetap ASI,” kata presenter One Stop Football ini.

Sayangnya, upaya latihan menggunakan botol tak semulus yang dikira. Beberapa kali dicoba, tapi malah gagal. “Dia sempat marah lo dikasih dot, mungkin kurang cocok, trus dilepeh. Akhirnya, aku jadi beberapa kali gonta-ganti dot. Yang bahannya lembut dari silikon, yang bentuknya bulat, yang terbuat dari bahan karet, atau yang menyerupai puting, tetap aja Jia enggak suka. Akhirnya, setelah berkali-kali ganti dot, ketemu deh dot yang benar-benar cocok dan dia suka. Nah, jadinya aku punya koleksi dot,” tutur Deasy sembari tertawa.

MEREMBES, MENETES

Sejak hamil, Deasy memang berniat memberikan ASI eksklusif kepada si kecil. Apalagi setelah banyak melahap buku dan mengikuti berbagai seminar, ia jadi tahu ternyata ASI tetap yang terbaik untuk bayi. “Cuma aku sempat enggak pede apa aku bisa menghasilkan ASI sesuai kebutuhan Jia.” Apalagi melihat teman-teman yang juga sama-sama hamil, ternyata di usia kandungan 8-9 bulan, air susu mereka sudah menetes. “Trus kalau ibu mompa ASI kok bisa sampai 200 cc lebih sementara aku mompa setengah mati pun cuma dapat 80 cc. Itu pun sudah ditambah lecet dan perih-perih.”

Beruntung, lanjut Deasy, para tenaga medis tempat dia melahirkan sangat mendukung program ASI eksklusif. Usai melahirkan melalui operasi sesar, dia mendapat stimulasi pijat payudara hampir setiap hari. “Terapi ini memang benar-benar efektif. Aku merasakan sekarang ASI benar-benar keluar deras. Awalnya cuma merembes, lalu menetes, dan akhirnya mancur. Selain itu, mereka juga selalu memberikan dukungan psikis. Aku enggak boleh mikir ASI-ku enggak cukup. Aku harus terus berpikir bahwa aku bisa menghasilkan ASI yang banyak.”

Istri Saladin Yudono (33) ini, selain menjalani stimulasi pijat payudara juga sempat berlatih memijat bayi. “Aku mengundang salah seorang bidan untuk datang ke rumah mengajarkan pijat bayi. Terus aku ajak teman-teman yang punya bayi untuk ngumpul bareng-bareng latihan pijat bayi meski sebenarnya aku sudah baca buku dan lihat CD tentang pijat bayi. Tapi aku merasa perlu latihan atau praktik langsung dengan pakarnya. Sebenarnya enggak cuma ibu-ibu yang latihan, para suami juga ikut. Mereka sih belajar memijat istri yang tujuannya memperlancar keluarnya ASI. Memang pasangan suami istri kan harus sama-sama berperan,” papar Deasy.

Hilman Hilmansyah. FOTO-FOTO: FERDI/nakita

sumber: Tabloid Nakita

Artikel lain:

  1. Bekerja tapi Harus Menyusui? Enggak Masalah..
  2. Maudy Koesnaedi: Iklan Ibu Menyusui
  3. Shannaz Haque: Jadi Sehat dan Langsing..!
  4. Arzetti Sibuk Menyusui
  5. Rahasia Selebriti: Menurunkan Berat Badan Pasca Melahirkan

Written by ILoveASI on April 13, 2008 under Selebriti Menyusui.

Comments

  • Nadia

    September 18, 2008 at 5:22 pm


    Mba, pijet payudara di Surabaya dimana y??

    >>> info-nya ada di sini ya mbak…

Add a Comment

* means field is required.

Name *

Mail *

Website