VIRA YUNIAR: ASI Tetap NOMOR Satu

Memiliki momongan di usia produktif adalah keinginan ibu cantik bernama lengkap Virlianna Yuniar (26). Kini celoteh kedua buah hatinya, Cut Shalinni Rian (3) dan Teuku Prayaa Alcany Rian (2) selalu ramai terdengar di rumahnya di Cimanggis.

4 TAHUN MENGHILANG

Menjelang akhir tahun 2007, Vira Yuniar kembali tampil di layar kaca. Jelas ada yang berbeda dengan penampilannya dulu. Sekarang, istri Teuku Rian (32) ini tidak lagi memerankan tokoh gadis remaja, tapi telah menjadi seorang ibu. Pada sinetron Candy yang ditayangkan di RCTI, ia memerankan tokoh Amel, ibunda Candy.

Ini adalah kali pertama dirinya tampil kembali setelah vakum selama sekitar 4 tahun karena hamil dan melahirkan kedua buah hatinya. Kedekatan jarak kelahiran mereka inilah yang membuatnya memutuskan cuti panjang dari dunia entertainment demi mengurus putra-putrinya.

Perihal pergeseran peran, Vira menganggapnya wajar. “Aku ikut arus aja. Menjadi peran ibu oke asal wajar. Maksudku, aku mau asal tidak terkesan memaksa. Dalam Candy kan yang jadi anakku usianya juga masih sangat muda. Kecuali kalau aku jadi ibunya Baim Wong. Wah pasti terlihat aneh,” paparnya.

Keputusan untuk kembali tampil tentu telah melalui proses lumayan panjang, bahkan sempat terjadi perang batin. Menurut Vira, ia sempat bertanya-tanya pada diri sendiri apakah mampu membagi waktu untuk peran ganda yang dijalaninya: sebagai ibu sekaligus pekerja seni peran. Tak ketinggalan ia juga menyempatkan diskusi dengan suami tercinta.

Tak hanya suami yang memberi dukungan, Vira pun merasa beruntung karena anggota keluarga yang lain membantu mengawasi pengasuhan anak selama ia tak berada di rumah. “Untuk kenyamanan, aku memang butuh orang-orang dalam keluarga, entah itu ibu, ipar, sepupu. Pokoknya orang-orang yang dapat sepenuhnya aku percaya. Aku tidak mau melepaskan pengasuhan anak kepada orang lain. Sedikitnya, ada yang memantau mereka,”ujarnya, sehingga saat bekerja konsentrasinya tidak terganggu dengan urusan rumah.

MENIKMATI PERAN IBU

Sore itu, ketika berkunjung ke nakita, Vira ditemani dengan kedua buah hatinya. Keduanya sangat senang bermain, lari ke sana kemari dan bertanya tentang banyak hal. Si Upik terlihat amat berminat pada urusan tata rias. Sedangkan adiknya lebih senang berceloteh. Jadilah ibu muda ini tak berhenti menjawab pertanyaan anak-anaknya sambil sesekali berteriak lantang mengingatkan mereka.

Vira tak memungkiri kalau ada banyak perubahan yang terjadi padanya setelah berstatus sebagai ibu. Dulu, menurutnya, ia tergolong pendiam dan cuek. Tapi, sekarang berubah 180 derajat. “Sekarang aku jadi banyak ngomong. Ini tanpa aku sadari lo. Aku jadi lebih senang cerita dan nyanyi buat mereka,” ucapnya.

Vira juga merasa beruntung dipercaya mendapat momongan selagi masih berusia produktif. Ia ingin menjalin hubungan ibu-anak seperti dirinya dengan ibunda tercinta saat ini. “Ya seperti ngobrol dengan sahabat deh,” tutur wanita yang bobotnya sempat melar 18 kg semasa kehamilan anak pertama.

Mengingat begitu banyak manfaat yang didapat, Vira berusaha memberikan ASI eksklusif bagi kedua anaknya. Salah satunya adalah kelekatan ibu-anak. Selain senantiasa sehat karena relatif jarang sakit dan diharapkan lebih cerdas. Lebih dari itu, ASI juga lebih praktis, hemat dan tidak merepotkan.

PERCAYA NALURI

Bercerita tentang pengasuhan anak, Vira mengaku tak merasa khawatir meski ia tak bisa setiap saat mendampingi. “Secara kuantitas waktunya memang berkurang, tapi aku berusaha mempertahankan kualitasnya,” ucapnya. Nah, untuk mempertahankan kualitas tersebut ada sejumlah rambu yang selalu dicermatinya.

Pertama, naluri seorang ibu. Menurutnya, meski terpisah dari anak karena bekerja di luar rumah, naluri seorang ibu itu sangat peka. Bila ada yang tidak beres biasanya ada semacam sinyal khusus yang membuat seorang ibu segera menghubungi rumah dan menanyakan kondisi mereka. “Kalau sudah tahu tinggal mendelegasikan ke orang-orang yang dipercaya sehingga bisa konsentrasi kembali pada pekerjaan.”

Kedua, kelekatan ibu-anak. Vira yakin bila ibu masih jadi pilihan pertama si kecil kala menghadapi sesuatu meski di sekitarnya banyak orang lain yang sehari-hari mengurus dan mengasuhnya, itu pertanda hubungan orangtua dan anak masih bagus. Sebaliknya, bila si anak malah memilih orang lain atau pengasuhnya? Itu merupakan peringatan ada yang tak beres dalam relasi ibu-anak. Mau tidak mau harus segera evaluasi diri sekaligus cari penyebabnya. “Syukurlah selama ini aku tetap jadi yang nomor satu di hadapan anak-anak,” ujarnya sumringah.

Utami Sri Rahayu. Foto: Ferdi/nakita

sumber: Tabloid Nakita

Artikel lain:

  1. Keajaiban Satu Jam Pertama
  2. Pongki “Jikustik” Suami Sadar ASI
  3. Naomi watts, Menyusui Bikin Cepat Langsing
  4. Kiat Agar Proses Menyusui Berjalan Lancar
  5. Annisa Pohan Menyusui Dini

Written by ILoveASI on February 5, 2008 under Selebriti Menyusui.

Comments

No Comments

Add a Comment

* means field is required.

Name *

Mail *

Website