<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menyusui.net &#187; puting datar</title>
	<atom:link href="http://menyusui.net/tag/puting-datar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://menyusui.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 21:03:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui</title>
		<link>http://menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/</link>
		<comments>http://menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 04:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Problem Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pemberian asi]]></category>
		<category><![CDATA[puting datar]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Hambatan muncul karena masih banyak fakta lain seputar ASI yang belum dipahami atau justru malah dilupakan. Berikut penjabaran Ketua Sentra Laktasi Indonesia, dr. Utami Roesli, SpA, MBA. * Semua ibu bisa menyusui Penelitian seorang dokter dari Swedia membuktikan bahwa begitu lahir, bayi yang ditaruh di perut ibunya dalam 50 menit akan bergerak ke arah payudara [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/tips-sukses-menyusui/' rel='bookmark' title='Tips Sukses Menyusui'>Tips Sukses Menyusui</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/' rel='bookmark' title='Aneka Masalah Payudara'>Aneka Masalah Payudara</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui'>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><em><strong>H</strong></em><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em><span style="color: #cc0066;">ambatan muncul karena masih banyak fakta lain seputar ASI yang belum dipahami atau justru malah dilupakan. Berikut penjabaran Ketua Sentra Laktasi Indonesia, <strong>dr. Utami Roesli, SpA, MBA</strong>.</span></em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"> <span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* Semua ibu bisa menyusui</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Penelitian seorang dokter dari Swedia membuktikan bahwa begitu lahir, bayi yang ditaruh di perut ibunya dalam 50 menit akan bergerak ke arah payudara lalu mengisap puting susu dengan benar. Sebaliknya, dari kelompok bayi yang segera dimandikan setelah dilahirkan, baru kemudian dikembalikan kepada ibunya ternyata 50 %-nya tidak bisa mengisap dengan benar walaupun sudah didekatkan ke payudara. Lebih menyedihkan lagi, kelompok bayi yang dimandikan dulu dan ibunya menjalani <em>medicated labour</em> (proses melahirkan yang disertai obat-obatan) tak satu pun dapat menyusu dengan benar. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jadi tanpa disadari dunia medis pun sebenarnya sudah melakukan intervensi sejak dini terhadap hubungan bayi dengan ASI. Buktinya, hampir semua rumah sakit dan klinik tempat bersalin akan memandikan bayi begitu dilahirkan, sebelum diberikan kepada ibunya. Jamak saja bila ibu yang baru pertama kali hendak menyusui akan bingung menghadapi bayinya yang juga bingung. Jika pengetahuan ibu tentang ASI tidak mendalam, maka ia akan cepat sekali menyerah, bahkan berkesimpulan tidak dapat memberi ASI. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* ASI terhambat oleh stres</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Nah, kalaupun ASI sampai tidak keluar umumnya hambatan yang terjadi berkaitan dengan faktor emosional ibu. Perlu diketahui, untuk bisa mengalirkan ASI, ibu membutuhkan refleks yang disebut <em>let down reflex</em>. Refleks ini sangat dipengaruhi kondisi emosi ibu. Walaupun produksi susunya bagus, tapi kalau refleks itu tak bisa dilepaskan, maka susu tidak akan dialirkan dari pabrik susu <em>(Alveoli)</em> ke gudang susu <em>(Sinus Lacteferous)</em>. Agar kondisi emosi ini baik, ibu yang hendak menyusui harus tenang dan selalu berpikir positif. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* ASI Umumnya tidak akan kurang</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">ASI tidak mungkin kurang karena produksi ASI sebenarnya disesuaikan dengan permintaan bayi <em>(demand and supply)</em>. Rangsangan produksi ASI adalah pengosongan gudang susu. Di bawah areola ibu terdapat 2 buah jaringan, yang satu &#8220;pabrik&#8221; susu dan yang kedua sebut saja sebagai &#8220;gudang&#8221; susu. &#8220;Pabrik&#8221; akan terangsang untuk memproduksi susu kalau susu di &#8220;gudang&#8221; sudah habis.&#8221; Misalnya, bayi menghabiskan 50 cc susu di &#8220;gudang&#8221;, maka &#8220;pabrik&#8221; akan memproduksi lagi 50 cc. Begitu seterusnya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Kalau sampai bayi kekurangan ASI biang keladinya tak lain cara menyusu yang salah. Jadi, jika bayi harusnya memperoleh ASI sebanyak 100 cc, tapi karena cara menyusunya salah, maka yang didapat cuma 50 cc. Akibatnya &#8220;pabrik&#8221; pun cuma memasok 50 cc. Faktor lain yang membuat bayi kekurangan ASI adalah intervensi ibu dengan memberinya susu formula. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* Puting susu yang datar tetap bisa menyusui</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Seringkali, puting susu yang datar<em>/mendelep</em> dianggap menghambat proses menyusui. Pendapat ini timbul karena banyak ibu menyamakan puting susunya dengan dot, lalu digunakanlah pemanjang puting. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Namun, menurut Utami, pemanjang puting tidak akan banyak berguna. Dalam proses menyusui, sebenarnya yang menjadi dot bukan hanya puting susu, tapi keseluruhan areola (bagian kecokelatan pada payudara). Puting susu sendiri hanya 1/3-nya. Jadi kalaupun puting susunya datar atau <em>mendelep</em> ia masih bisa menyusui karena masih ada 2/3 bagian lainnya. Lagi pula, setelah diisap bayi, puting susu yang datar biasanya akan menonjol keluar. Memang, ada puting yang benar-benar masuk dan terikat jaringan di dalamnya sehingga lubang susunya terbalik. Puting susu seperti ini jelas sulit diisap. Namun persentasenya hanya sekitar 1-2%. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* Payudara merupakan sumber makanan yang tidak henti-hentinya.</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika payudara &#8220;dikelola&#8221; dengan benar, maka produksinya tidak akan berhenti. Cara pengelolaannya tak terlalu sulit, yaitu dengan selalu mengeluarkan ASI walau tidak diisap bayi. Jadi, bila karena suatu hal bayi tidak dapat menyusu, misalnya lahir prematur, sakit atau ibu bekerja, ASI harus dikeluarkan dengan cara dipompa atau diperah. Proses ini tidak akan membuat ASI habis, kecuali bila cara memompanya salah. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Salah pompa sama kasusnya dengan posisi menyusui yang salah. Akibatnya ASI sama-sama tidak keluar atau hanya keluar sedikit. Jangan lupa, produksi ASI berlangsung dengan mekanisme <em>demand and supply</em> atau ada permintaan maka ada pasokan. Kalau ASI hanya dikeluarkan 10 cc karena cara pompa yang salah, maka <em>supply</em>-nya pun tak beranjak dari jumlah itu. Inilah yang membuat banyak ibu menyangka ASI-nya habis akibat dipompa. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* Tak perlu selalu memberi 2 sisi payudara setiap menyusui</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Memang tak ada salahnya untuk menawarkan sisi payudara yang belum diisap kepada bayi, dengan catatan jika ia menolak tak perlu dipaksa. Prinsipnya, biarkan bayi yang menentukan berapa lama ia menyusu. Kekhawatiran bahwa menyusu yang cuma sebentar tidak akan memenuhi kebutuhannya ternyata tidak beralasan. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Dalam menyusui, pada isapan pertama bayi akan mendapat <em>foremilk</em>. Pada isapan kedua, ia akan mendapatkan susu yang disebut <em>hindmilk</em>. Komposisi keduanya sangat berbeda. <em>Foremilk</em> lebih banyak mengandung air dan protein, sedangkan <em>hindmilk</em> banyak mengandung lemak dan karbohidrat yang berarti lebih kental. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Memang, pada isapan pertama, bayi lebih banyak mendapat susu yang banyak mengandung air. Namun, kalau ia hanya sebentar saja menyusu, tak perlu kita khawatir bahwa kebutuhannya tak terpenuhi. Bisa saja, kan, bayi hanya haus dan tidak lapar? Bukankah yang tahu lapar atau haus hanya ia sendiri? Jadi biarkan bayi yang memutuskan berapa lama ia menyusu. Jika haus ia akan menyedot sebentar, tapi kalau memang lapar ia akan menyusu sampai mendapatkan <em>hindmilk</em>. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* Pompa bisa bikin ASI terkontaminasi</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pompa berbentuk <em>squeeze and bulb</em> yang terbuat dari karet dan berbentuk bola tidak disarankan untuk digunakan karena mempunyai beberapa kekurangan: (1) Kurang steril karena <em>bulb</em>-nya sulit dibersihkan. Dengan demikian, ASI yang dipompa pun akan lebih mudah tercemar. (2) <em>Bulb</em> yang terbuat dari karet akan menyulitkan pengukuran tekanan negatif yang diperlukan. (3) Bentuknya yang kaku dapat membuat payudara lecet. Malahan, cara menekan payudara yang tidak benar bisa merusak jaringannya, sehingga ASI tidak banyak keluar. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pompa piston (dengan tuas piston yang dapat ditarik dan berbentuk seperti suntikan) ataupun pompa elektrik lebih disarankan. Namun, yang paling baik, karena murah dan higienis, adalah memerah dengan jari. Cara ini lebih praktis karena ibu tidak perlu membawa pompa ASI kemana-mana. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* ASI perah bisa tahan sampai 3 bulan</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">ASI yang sudah diperah tidak mudah basi. Di udara terbuka saja ASI perah bisa tahan 6-8 jam. Bahkan bisa bertahan sampai 3 bulan jika disimpan dalam <em>freezer</em>. Namun, cara penyimpanan di <em>freezer</em> tidak terlalu disarankan karena ASI akan mengalami perubahan jumlah imunoglobulin. Suhu yang dingin akan merusak molekul protein yang berfungsi sebagai pembangun daya tahan tubuh itu. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Lebih baik, masukkan ASI ke dalam termos atau lemari pendingin biasa karena terbukti ASI perah tidak mengalami perubahan komposisi gizi sama sekali. Hanya mungkin warna dan bentuknya saja yang berubah. ASI dalam termos yang diberi es batu kira-kira tahan 1&#215;24 jam, sedangkan di lemari es bisa tahan 2&#215;24 jam. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* ASI yang sudah &#8220;habis&#8221; bisa dirangsang kembali</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Teknik ini disebut relaktasi. Seorang ibu yang sudah berhenti menyusui, secara teoritis bisa memberikan ASI eksklusif lagi apabila payudaranya dirangsang kembali. Caranya adalah dengan mengonsumsi obat-obatan yang mengandung oksitosin untuk merangsang produksi ASI plus penggunaan alat bantu. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Alat bantu ini bisa berupa <em>lactation aid</em> yang terdiri atas botol plastik yang diisi ASI donor atau susu formula. Botol plastik tersebut akan ditaruh dengan mulut terbalik. Dari ujung tutup botol dialiri 2 buah selang kecil yang ditempelkan di kedua puting susu. Sehingga ketika bayi mengisap payudara, ia akan mendapat asupan susu dari botol. Isapan yang diterima payudara sambil si bayi menyusu dari slang akan merangsang produksi ASI.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Faras Handayani.<br />
<strong>sumber: </strong>Tabloid Nakita</span></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/tips-sukses-menyusui/' rel='bookmark' title='Tips Sukses Menyusui'>Tips Sukses Menyusui</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/' rel='bookmark' title='Aneka Masalah Payudara'>Aneka Masalah Payudara</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui'>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka Masalah Payudara</title>
		<link>http://menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/</link>
		<comments>http://menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 20:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Problem Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[payudara bengkak]]></category>
		<category><![CDATA[puting datar]]></category>
		<category><![CDATA[puting lecet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Repotnya jika saat menyusui muncul masalah pada payudara kita. Selain kita &#8220;tersiksa&#8221;, bayi pun jadi sulit menyusu. Saat si kecil hadir setelah menunggunya selama 9 bulan- tentu kita ingin memberikan yang terbaik buat sang buah hati. Di antaranya, memberi ASI eksklusif. Sayangnya, kadang keinginan itu tak bisa berjalan mulus karena payudara kita bermasalah. Ternyata banyak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/masalah-ibu-menyusui-abses-payudara/' rel='bookmark' title='Masalah Ibu Menyusui: Abses Payudara'>Masalah Ibu Menyusui: Abses Payudara</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/berbagai-masalah-menyusui/' rel='bookmark' title='Berbagai Masalah Menyusui'>Berbagai Masalah Menyusui</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui'>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><em><strong>R</strong></em><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em>epotnya jika saat menyusui muncul masalah pada payudara kita. Selain kita &#8220;tersiksa&#8221;, bayi pun jadi sulit menyusu. </em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em> </em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"> <span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Saat si kecil hadir setelah menunggunya selama 9 bulan- tentu kita ingin memberikan yang terbaik buat sang buah hati. Di antaranya, memberi ASI eksklusif. Sayangnya, kadang keinginan itu tak bisa berjalan mulus karena payudara kita bermasalah. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Ternyata banyak sekali, lo, masalah payudara yang bisa mengganggu kelancaran pemberian ASI seperti yang dijelaskan <strong>dr. Hj. Hasnah Siregar, SpOG</strong> dari RSAB Harapan Kita Jakarta berikut cara-cara mengatasinya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>1.PUTING RATA </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Dikenal dengan <em>retracted nipple</em> banyak dijumpai pada ibu-ibu menyusui. Penyebabnya, sampai sekarang belum diketahui secara pasti. &#8220;Merupakan bawaan dari sononya atau sejak lahir memang payudaranya demikian.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Tentu saja bentuk puting demikian akan menyulitkan si buah hati dalam menyusu. Namun tak perlu khawatir, kok, Bu, karena masalah ini bukan berarti tak ada pemecahannya. Cara mengatasinya dengan menarik-narik puting secara kontinyu. Alangkah baiknya lagi jika program penarikan puting dimulai kala kehamilan berusia di atas 5 bulan. Sebab kalau dilakukan di bawah usia kehamilan 5 bulan bisa merangsang rahim untuk berkontraksi. Cara menariknya dengan memutar kiri-kanan, lantas tarik keluar. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika keadaannya tidak parah, maka dengan cara demikian, akan berhasil. Artinya, puting bisa sedikit menonjol keluar, sehingga bayi pun dapat menyusui dengan mudah. Namun jika keadaannya parah dan cara ini tidak berhasil, maka ASI sebaiknya dikeluarkan pakai pompa dan si kecil minum ASI lewat sendok. &#8220;Namun cara ini punya kelemahan, yaitu rangsangan isap menjadi hilang. Akibatnya, ASI jadi mudah terhenti produksinya. Padahal produksi ASI akan semakin baik jika diisap terus oleh bayi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Yang tak boleh dilupakan, setelah puting berhasil keluar, si ibu harus rajin menyusui bayinya. &#8220;Agar si bayi sering mengisap puting sehingga lama-lama puting itu akan bisa menonjol. Bila otot-ototnya selalu ditarik-tarik mulut bayi, maka otot-otot itu bisa lebih panjang dan lentur.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika tidak menggunakan dua cara tersebut, maka puting bisa dipanjangkan dengan alat bantu puting buatan; dengan menempelkan puting buatan pada puting susu. &#8220;Sayangnya, banyak bayi yang tak suka dengan puting buatan. Mungkin karena rasanya tak enak mengisap puting ini,&#8221;. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>2.PUTING LECET </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Puting lecet pun kerap terjadi pada ibu menyusui. Penyebabnya tak lain karena teknik menyusui yang salah. &#8220;Anak bukannya mengisap sampai <em>areola mammae,</em> tapi mengisap hanya di bagian puting saja. Akibatnya, puting jadi mudah lecet.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Cara mengatasinya, lakukan teknik menyusui dengan benar, yaitu;<br />
- Si ibu harus duduk dengan tegak.<br />
- Mulut bayi harus masuk hingga ke <em>areola mammae</em>.<br />
- Bayi menghadap perut ibu dengan mulut dan dagu yang menempel betul pada payudara ibu.<br />
- Kuping dan tangan bayi berada pada garis lurus.<br />
- Jari tangan ibu jangan dalam posisi menggunting payudara karena akan mengunci gudang susu, sehingga ASI malah tak keluar. Yang benar, tangan dalam posisi menopang payudara, yaitu ibu jari di atas dan keempat jari di bawah puting.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Puting lecet juga bisa disebabkan kesalahan teknik melepaskan puting setelah menyusui. &#8220;Seringkali terjadi, melepaskan puting dari mulut bayi dengan menarik puting itu. Jika mulut bayi masih kuat tertanam di puting ibu, maka tarikan ini hanya akan membuat puting jadi lecet.&#8221; Sebaiknya, lepaskan puting dari mulut bayi dengan cara memasukkan jari kelingking ibu ke mulut bayi melalui sudut mulut atau menekan dagu bayi ke bawah. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Puting lecet juga disebabkan perawatan payudara tidak benar. Misalnya, membiarkan puting selalu dalam keadaan basah. Puting yang basah hanya akan mendatangkan atau menumbuhkan kuman, sehingga memudahkan infeksi dan lecet. Karena itu sebaiknya sebelum menyusui puting selalu dalam keadaan kering. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Nah, untuk menghindari infeksi, sebaiknya sebelum menyusui, pijat puting sedikit agar keluar air susunya. Air susu ini kemudian digunakan untuk mengolesi puting dan sekitar areola. &#8220;Begitu juga sesudah menyusui. Dengan demikian, puting selalu bersih dan terhindar dari infeksi. Sebab, di dalam ASI ada pelumas yang bisa melembutkan <em>areola mammae</em> dan puting, serta mengandung desinfektan yang bisa membersihkan. Jadi, tak usah membasuh puting dengan air segala macam, cukup dengan air ASI saja sudah bersih, kok.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Juga jangan sekali-kali membersihkan puting memakai sabun, lo. Karena sabun mengandung soda yang memudahkan puting jadi lecet. &#8220;Payudara saat menyusui itu, kan, lagi mekar, bengkak, dan muara ASI-nya sedang terbuka, sehingga jadi sensitif jika terkena soda. Kala mandi, cukuplah dibersihkan memakai air saja, tanpa sabun.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Sebaiknya pula, jangan memakai bra yang memakai lapisan plastik di bagian dalamnya. Karena lapisan ini pun memungkinkan puting jadi lecet saat tergores permukaannya yang tak rata, misalnya. Paling aman adalah memilih bra yang memakai lapisan kain katun di bagian dalamnya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika keadaan lecet puting ini sangat parah sebaiknya payudara yang lecet untuk sementara diistirahatkan dari acara menyusui hingga 24 jam. &#8220;Susuilah anak dengan payudara yang sebelah lagi.&#8221; Kalau ternyata ASI dari payudara yang lecet itu sudah penuh, ASI sebaiknya dikeluarkan dengan jalan dipompa. &#8220;ASI hasil pompaan ini dapat diminumkan ke bayi dengan jalan disendoki.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Selanjutnya, puting lecet tersebut diobati dengan obat oles hingga lecetnya sembuh. &#8220;Namun sebelum disusukan kembali, sebaiknya puting yang bekas diolesi obat ini dibersihkan dulu. Dengan demikian, bekas obat tidak terisap bayi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>3.SALURAN TERSUMBAT</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Saluran tersumbat atau ASI membeku biasanya mengakibatkan benjolan lokal di salah satu bagian payudara, sementara bagian yang lain tidak. Misalnya, ada benjolan di atas payudara atau di bawah payudara. &#8220;Mungkin saja saat ia menyusukan ada sedikit ASI yang tersumbat, sehingga lama-kelamaan semua ASI pun akan tersumbat, kan?&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Cara mengatasinya dengan jalan menyusukan semua ASI di payudara hingga kosong, jangan sampai tersisa. &#8220;Kalau ternyata bayinya sudah kenyang tapi ASI-nya masih banyak, sebaiknya dipompa lantas disimpan. Entah itu di termos atau kulkas. Di kulkas tahan 48 jam, di termos 24 jam, sedangkan bila dibiarkan di udara terbuka tahan 8 jam. &#8220;Menyimpan ASI di udara terbuka sebaiknya menggunakan botol kaca, karena botol plastik mudah bereaksi.&#8221; Untuk mencairkan ASI yang baru dikeluarkan dari kulkas jangan direbus, ya, Bu, sebaiknya botolnya direndam dalam air panas. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em>Massage</em>-lah benjolan akibat penyumbatan ASI tersebut. &#8220;Kemudian kompres dengan lap handuk yang direndam air panas dan selanjutnya dalam air dingin. Lakukan terus hingga benjolan hilang.&#8221; Setelah itu, minta si bayi menyusu sering-sering di payudara itu hingga ASI kosong. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Untuk menghindari timbulnya benjolan kembali sebaiknya jangan memakai bra yang terlalu sempit. &#8220;Bra yang sempit hanya mengakibatkan <em>stuing</em> atau penekanan pada payudara yang mengakibatkan saluran ASI jadi tersumbat.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>4.PAYUDARA BENGKAK </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pnyebabnya tak lain karena pengeluaran ASI yang tidak lancar. &#8220;Biasanya karena bayi tak cukup sering menyusu atau bayinya malas menyusu sehingga ASI bertumpuk di payudara ibu dan mengakibatkan bengkak.&#8221; Bayi malas menyusu bisa lantaran kenyang atau ada gangguan penyakit atau gangguan pencernaan. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Begitu juga ibu yang buru-buru menyapih bayinya gara-gara harus segera masuk kembali ke kantor karena cutinya habis juga menyebabkan payudara bisa membengkak. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pembengkakannya tak selalu terjadi pada kedua belah payudara. Bisa saja hanya terjadi pada satu payudara. &#8220;Istilahnya asimetris. Biasanya terjadi karena bayi hanya menyusu di satu payudara, misalnya, di payudara kiri saja sementara kalau dipindah ke payudara kanan tak mau. Kalau hal ini dituruti, maka payudara yang kanan pasti membengkak.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Untuk mengatasinya, sebaiknya dalam menyusui memakai cara menggiring bola. Jadi, jangan memutar kepala anak dari payudara kiri dipindah ke payudara kanan dengan posisi kepala berpindah. Kalau ia merasa nyaman menyusu di payudara kiri ibu, berarti posisi pipi kananlah yang selalu menempel ke payudara ibu, kan? Nah, gunakan taktik, menggesernya dari payudara kiri ke payudara kanan dengan tetap pada posisi pipi yang sama yang menempel di badan ibu. Tentu bayi akan merasa ia tetap menyusu di payudara kiri ibu padahal sudah bergeser ke payudara kanan. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Sebaiknya dalam menyusukan harus sama waktunya antara payudara yang satu dengan yang lainnya. &#8220;Sebagai ibu, toh, pasti akan tahu kemampuan anaknya menyusu. Kalau anaknya selalu menyusu selama 15 menit. Maka bagilah 15 menit itu untuk dua payudara dengan waktu yang sama. Karena kalau hanya satu saja yang sering disusukan, maka jadi besar sebelah. Yang sering disusui jadi lebih kecil dan yang tak pernah disusui jadi besar. Hasilnya jadi asimetris. Ini, kan, mengurangi keindahan.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika pun sudah kadung membengkak, maka payudara yang membengkak tersebut diolesi minyak atau<em> baby oil</em>, selanjutnya di-<em>massage</em> (dipijat). Urutlah payudara dengan kedua tangan mengelilingi payudara, kemudian dari pangkal payudara ke arah puting. Selanjutnya, kompres payudara dengan lap handuk yang telah direndam dalam air panas. Lalu kompres dengan lap yang telah direndam air dingin. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Selama membengkak payudara tersebut harus tetap sering disusukan ke bayi. &#8220;Dengan bayi menyusu maka isi gudang ASI pun berkurang. Kalau tidak disusukan, misalnya, bayi sudah kenyang, maka payudara yang membengkak harus dikosongkan dengan cara dipompa hingga ASI-nya habis.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>5.MASTITIS ATAU INFEKSI PAYUDARA </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pada payudara yang terkena infeksi akan terlihat ciri-ciri payudara membengkak, merah, dan nyeri. Mastitis biasanya merupakan kelanjutan dari payudara yang membengkak atau tersumbat lokal yang tidak ditangani tuntas. &#8220;Jadi, bengkak dulu atau ada benjolan dulu baru terjadi mastitis. Tidak pernah mastitis terjadi tanpa adanya pembengkakan di payudara.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Bila sudah terjadi mastitis, biasanya juga menimbulkan reaksi sistemik. &#8220;Ibu akan demam di seluruh tubuh. Akhirnya, bukan hanya payudara yang terinfeksi, namun seluruh tubuh pun bisa terkena infeksi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Kalau sudah begini mau tak mau ibu harus minum antibiotika untuk mengatasi infeksi. &#8220;<em>Massage</em> tidak boleh dilakukan, tapi cukup dengan pengompresan panas-dingin, serta minum yang banyak. Karena ibarat got kotor, jika kita guyur pakai air banyak-banyak, maka air kotor yang menyumbat akan terguyur keluar. Sementara untuk menahan nyeri, ibu juga akan diberi analgetik.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Tentu saja, menyusui harus tetap jalan. &#8220;Makin bayi tak menyusu, ASI akan makin menumpuk sehingga mau tak mau harus dikeluarkan dengan dipompa.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Kalau keadaan mastitis masih dini, dalam seminggu-dua minggu akan sembuh. &#8220;Karena jaringan payudara itu, kan, termasuk dalam jaringan yang gembur sehingga mudah sembuh.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>6.PAYUDARA ABSES </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Bila mastitis ditangani terlambat atau tak ditangani dengan baik, maka bisa mengakibatkan payudara abses. &#8220;Mastitis itu sebenarnya tak terlalu masalah. Tapi karena terlambat diobati, maka menyebabkan abses. Misalnya, ASI jadi basi sehingga tumbuhlah kuman yang mengakibatkan abses.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika sudah abses bayi tak boleh lagi menyusu. &#8220;Karena bisa saja ASI tercampur nanah dari abses itu.&#8221; Abses bisa terjadi di sekitar puting, bisa juga di seluruh payudara. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Ciri payudara yang mengalami abses adalah bentuknya merah kehitaman layaknya sedang bisulan. Payudara pun tidak setegang saat mastitis. &#8220;Kalau abses, payudara jadi lembek karena sudah ada nanah di balik kulit.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika sudah abses, mau tak mau, di bagian nanah itu harus diinsisi/dibuka dan dikeluarkan nanahnya. &#8220;Jadi, semacam operasi kecil yang membuka kulit sedikit dan mengeluarkan nanahnya dengan memakai tampon, kemudian dijahit lagi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Dalam waktu 1-2 minggu, biasanya abses pun sembuh setelah diinsisi. Tentu saja si ibu pun akan diberi antibiotika untuk menyembuhkan infeksinya. &#8220;Sebaiknya ASI dari payudara yang abses tetap dipompa keluar dan dibuang. Sementara itu, anak menyusu dari payudara yang tidak abses.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>7.<em>RELUCTANT NURSER</em> </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Suatu istilah dimana bayi tak mau menyusu karena ASI yang keluar dari si ibu begitu kuat. Penyebabnya karena ibunya terlalu sehat sehingga produksi ASI menjadi berlebihan. &#8220;Memang bagus jika produksi ASI begitu banyak, namun kalau ASI yang keluar terlalu deras, maka bayi pun jadi gelagapan. Akibatnya, ia tak mau minum ASI lagi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Cara mengatasinya, si bayi sebaiknya diminta sering-sering menyusu atau kalau mau menyusu, pompa dulu ASI-nya separuh dalam botol, sehingga saat bayi menyusu tidak terlalu penuh lagi yang menyebabkan ASI mancur terlalu deras. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em>Indah Mulatsih. </em></span></span></p>
<p>sumber: Tabloid Nakita</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/masalah-ibu-menyusui-abses-payudara/' rel='bookmark' title='Masalah Ibu Menyusui: Abses Payudara'>Masalah Ibu Menyusui: Abses Payudara</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/berbagai-masalah-menyusui/' rel='bookmark' title='Berbagai Masalah Menyusui'>Berbagai Masalah Menyusui</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui'>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

