<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menyusui.net &#187; sukses asi eksklusif</title>
	<atom:link href="http://menyusui.net/tag/sukses-asi-eksklusif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://menyusui.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 21:03:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui</title>
		<link>http://menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/</link>
		<comments>http://menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 04:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Problem Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pemberian asi]]></category>
		<category><![CDATA[puting datar]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Hambatan muncul karena masih banyak fakta lain seputar ASI yang belum dipahami atau justru malah dilupakan. Berikut penjabaran Ketua Sentra Laktasi Indonesia, dr. Utami Roesli, SpA, MBA. * Semua ibu bisa menyusui Penelitian seorang dokter dari Swedia membuktikan bahwa begitu lahir, bayi yang ditaruh di perut ibunya dalam 50 menit akan bergerak ke arah payudara [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/tips-sukses-menyusui/' rel='bookmark' title='Tips Sukses Menyusui'>Tips Sukses Menyusui</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/' rel='bookmark' title='Aneka Masalah Payudara'>Aneka Masalah Payudara</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui'>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><em><strong>H</strong></em><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em><span style="color: #cc0066;">ambatan muncul karena masih banyak fakta lain seputar ASI yang belum dipahami atau justru malah dilupakan. Berikut penjabaran Ketua Sentra Laktasi Indonesia, <strong>dr. Utami Roesli, SpA, MBA</strong>.</span></em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"> <span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* Semua ibu bisa menyusui</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Penelitian seorang dokter dari Swedia membuktikan bahwa begitu lahir, bayi yang ditaruh di perut ibunya dalam 50 menit akan bergerak ke arah payudara lalu mengisap puting susu dengan benar. Sebaliknya, dari kelompok bayi yang segera dimandikan setelah dilahirkan, baru kemudian dikembalikan kepada ibunya ternyata 50 %-nya tidak bisa mengisap dengan benar walaupun sudah didekatkan ke payudara. Lebih menyedihkan lagi, kelompok bayi yang dimandikan dulu dan ibunya menjalani <em>medicated labour</em> (proses melahirkan yang disertai obat-obatan) tak satu pun dapat menyusu dengan benar. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jadi tanpa disadari dunia medis pun sebenarnya sudah melakukan intervensi sejak dini terhadap hubungan bayi dengan ASI. Buktinya, hampir semua rumah sakit dan klinik tempat bersalin akan memandikan bayi begitu dilahirkan, sebelum diberikan kepada ibunya. Jamak saja bila ibu yang baru pertama kali hendak menyusui akan bingung menghadapi bayinya yang juga bingung. Jika pengetahuan ibu tentang ASI tidak mendalam, maka ia akan cepat sekali menyerah, bahkan berkesimpulan tidak dapat memberi ASI. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* ASI terhambat oleh stres</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Nah, kalaupun ASI sampai tidak keluar umumnya hambatan yang terjadi berkaitan dengan faktor emosional ibu. Perlu diketahui, untuk bisa mengalirkan ASI, ibu membutuhkan refleks yang disebut <em>let down reflex</em>. Refleks ini sangat dipengaruhi kondisi emosi ibu. Walaupun produksi susunya bagus, tapi kalau refleks itu tak bisa dilepaskan, maka susu tidak akan dialirkan dari pabrik susu <em>(Alveoli)</em> ke gudang susu <em>(Sinus Lacteferous)</em>. Agar kondisi emosi ini baik, ibu yang hendak menyusui harus tenang dan selalu berpikir positif. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* ASI Umumnya tidak akan kurang</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">ASI tidak mungkin kurang karena produksi ASI sebenarnya disesuaikan dengan permintaan bayi <em>(demand and supply)</em>. Rangsangan produksi ASI adalah pengosongan gudang susu. Di bawah areola ibu terdapat 2 buah jaringan, yang satu &#8220;pabrik&#8221; susu dan yang kedua sebut saja sebagai &#8220;gudang&#8221; susu. &#8220;Pabrik&#8221; akan terangsang untuk memproduksi susu kalau susu di &#8220;gudang&#8221; sudah habis.&#8221; Misalnya, bayi menghabiskan 50 cc susu di &#8220;gudang&#8221;, maka &#8220;pabrik&#8221; akan memproduksi lagi 50 cc. Begitu seterusnya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Kalau sampai bayi kekurangan ASI biang keladinya tak lain cara menyusu yang salah. Jadi, jika bayi harusnya memperoleh ASI sebanyak 100 cc, tapi karena cara menyusunya salah, maka yang didapat cuma 50 cc. Akibatnya &#8220;pabrik&#8221; pun cuma memasok 50 cc. Faktor lain yang membuat bayi kekurangan ASI adalah intervensi ibu dengan memberinya susu formula. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* Puting susu yang datar tetap bisa menyusui</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Seringkali, puting susu yang datar<em>/mendelep</em> dianggap menghambat proses menyusui. Pendapat ini timbul karena banyak ibu menyamakan puting susunya dengan dot, lalu digunakanlah pemanjang puting. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Namun, menurut Utami, pemanjang puting tidak akan banyak berguna. Dalam proses menyusui, sebenarnya yang menjadi dot bukan hanya puting susu, tapi keseluruhan areola (bagian kecokelatan pada payudara). Puting susu sendiri hanya 1/3-nya. Jadi kalaupun puting susunya datar atau <em>mendelep</em> ia masih bisa menyusui karena masih ada 2/3 bagian lainnya. Lagi pula, setelah diisap bayi, puting susu yang datar biasanya akan menonjol keluar. Memang, ada puting yang benar-benar masuk dan terikat jaringan di dalamnya sehingga lubang susunya terbalik. Puting susu seperti ini jelas sulit diisap. Namun persentasenya hanya sekitar 1-2%. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* Payudara merupakan sumber makanan yang tidak henti-hentinya.</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika payudara &#8220;dikelola&#8221; dengan benar, maka produksinya tidak akan berhenti. Cara pengelolaannya tak terlalu sulit, yaitu dengan selalu mengeluarkan ASI walau tidak diisap bayi. Jadi, bila karena suatu hal bayi tidak dapat menyusu, misalnya lahir prematur, sakit atau ibu bekerja, ASI harus dikeluarkan dengan cara dipompa atau diperah. Proses ini tidak akan membuat ASI habis, kecuali bila cara memompanya salah. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Salah pompa sama kasusnya dengan posisi menyusui yang salah. Akibatnya ASI sama-sama tidak keluar atau hanya keluar sedikit. Jangan lupa, produksi ASI berlangsung dengan mekanisme <em>demand and supply</em> atau ada permintaan maka ada pasokan. Kalau ASI hanya dikeluarkan 10 cc karena cara pompa yang salah, maka <em>supply</em>-nya pun tak beranjak dari jumlah itu. Inilah yang membuat banyak ibu menyangka ASI-nya habis akibat dipompa. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* Tak perlu selalu memberi 2 sisi payudara setiap menyusui</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Memang tak ada salahnya untuk menawarkan sisi payudara yang belum diisap kepada bayi, dengan catatan jika ia menolak tak perlu dipaksa. Prinsipnya, biarkan bayi yang menentukan berapa lama ia menyusu. Kekhawatiran bahwa menyusu yang cuma sebentar tidak akan memenuhi kebutuhannya ternyata tidak beralasan. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Dalam menyusui, pada isapan pertama bayi akan mendapat <em>foremilk</em>. Pada isapan kedua, ia akan mendapatkan susu yang disebut <em>hindmilk</em>. Komposisi keduanya sangat berbeda. <em>Foremilk</em> lebih banyak mengandung air dan protein, sedangkan <em>hindmilk</em> banyak mengandung lemak dan karbohidrat yang berarti lebih kental. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Memang, pada isapan pertama, bayi lebih banyak mendapat susu yang banyak mengandung air. Namun, kalau ia hanya sebentar saja menyusu, tak perlu kita khawatir bahwa kebutuhannya tak terpenuhi. Bisa saja, kan, bayi hanya haus dan tidak lapar? Bukankah yang tahu lapar atau haus hanya ia sendiri? Jadi biarkan bayi yang memutuskan berapa lama ia menyusu. Jika haus ia akan menyedot sebentar, tapi kalau memang lapar ia akan menyusu sampai mendapatkan <em>hindmilk</em>. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* Pompa bisa bikin ASI terkontaminasi</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pompa berbentuk <em>squeeze and bulb</em> yang terbuat dari karet dan berbentuk bola tidak disarankan untuk digunakan karena mempunyai beberapa kekurangan: (1) Kurang steril karena <em>bulb</em>-nya sulit dibersihkan. Dengan demikian, ASI yang dipompa pun akan lebih mudah tercemar. (2) <em>Bulb</em> yang terbuat dari karet akan menyulitkan pengukuran tekanan negatif yang diperlukan. (3) Bentuknya yang kaku dapat membuat payudara lecet. Malahan, cara menekan payudara yang tidak benar bisa merusak jaringannya, sehingga ASI tidak banyak keluar. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pompa piston (dengan tuas piston yang dapat ditarik dan berbentuk seperti suntikan) ataupun pompa elektrik lebih disarankan. Namun, yang paling baik, karena murah dan higienis, adalah memerah dengan jari. Cara ini lebih praktis karena ibu tidak perlu membawa pompa ASI kemana-mana. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* ASI perah bisa tahan sampai 3 bulan</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">ASI yang sudah diperah tidak mudah basi. Di udara terbuka saja ASI perah bisa tahan 6-8 jam. Bahkan bisa bertahan sampai 3 bulan jika disimpan dalam <em>freezer</em>. Namun, cara penyimpanan di <em>freezer</em> tidak terlalu disarankan karena ASI akan mengalami perubahan jumlah imunoglobulin. Suhu yang dingin akan merusak molekul protein yang berfungsi sebagai pembangun daya tahan tubuh itu. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Lebih baik, masukkan ASI ke dalam termos atau lemari pendingin biasa karena terbukti ASI perah tidak mengalami perubahan komposisi gizi sama sekali. Hanya mungkin warna dan bentuknya saja yang berubah. ASI dalam termos yang diberi es batu kira-kira tahan 1&#215;24 jam, sedangkan di lemari es bisa tahan 2&#215;24 jam. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><span style="color: #ff33cc;">* ASI yang sudah &#8220;habis&#8221; bisa dirangsang kembali</span> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Teknik ini disebut relaktasi. Seorang ibu yang sudah berhenti menyusui, secara teoritis bisa memberikan ASI eksklusif lagi apabila payudaranya dirangsang kembali. Caranya adalah dengan mengonsumsi obat-obatan yang mengandung oksitosin untuk merangsang produksi ASI plus penggunaan alat bantu. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Alat bantu ini bisa berupa <em>lactation aid</em> yang terdiri atas botol plastik yang diisi ASI donor atau susu formula. Botol plastik tersebut akan ditaruh dengan mulut terbalik. Dari ujung tutup botol dialiri 2 buah selang kecil yang ditempelkan di kedua puting susu. Sehingga ketika bayi mengisap payudara, ia akan mendapat asupan susu dari botol. Isapan yang diterima payudara sambil si bayi menyusu dari slang akan merangsang produksi ASI.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Faras Handayani.<br />
<strong>sumber: </strong>Tabloid Nakita</span></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/tips-sukses-menyusui/' rel='bookmark' title='Tips Sukses Menyusui'>Tips Sukses Menyusui</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/' rel='bookmark' title='Aneka Masalah Payudara'>Aneka Masalah Payudara</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui'>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Sukses Menyusui</title>
		<link>http://menyusui.net/manfaat-asi/tips-sukses-menyusui/</link>
		<comments>http://menyusui.net/manfaat-asi/tips-sukses-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 22:05:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat ASI]]></category>
		<category><![CDATA[asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pemberian asi]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Susui bayi sesering mungkin, sesuai kebutuhan Biarkan bayi menyusu pada salah satu payudara selama ia mau, baru kemudian berikan payudara berikutnya Ada bayi yang setiap menyusu hanya pada satu payudara saja, namun ada juga yang selalu ingin menyusu di kedua payudara Biasanya, 20-30menit bayi sudah dapat mengosongkan satu payudara berbagai sumber Related posts:Cara benar menyusui [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/cara-benar-menyusui/' rel='bookmark' title='Cara benar menyusui'>Cara benar menyusui</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/kesehatan-ibu-bayi/seberapa-sering-bayi-saya-harus-menyusu/' rel='bookmark' title='Seberapa sering bayi saya harus menyusu?'>Seberapa sering bayi saya harus menyusu?</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/' rel='bookmark' title='Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui'>Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Susui bayi sesering mungkin, sesuai kebutuhan</li>
<li>Biarkan bayi menyusu pada salah satu payudara selama ia mau, baru kemudian berikan payudara berikutnya</li>
<li>Ada bayi yang setiap menyusu hanya pada satu payudara saja, namun ada juga yang selalu ingin menyusu di kedua payudara</li>
<li>Biasanya, 20-30menit bayi sudah dapat mengosongkan satu payudara</li>
</ul>
<p><em>berbagai sumber</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/cara-benar-menyusui/' rel='bookmark' title='Cara benar menyusui'>Cara benar menyusui</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/kesehatan-ibu-bayi/seberapa-sering-bayi-saya-harus-menyusu/' rel='bookmark' title='Seberapa sering bayi saya harus menyusu?'>Seberapa sering bayi saya harus menyusu?</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/' rel='bookmark' title='Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui'>Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/manfaat-asi/tips-sukses-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setelah Cuti Melahirkan Berlalu</title>
		<link>http://menyusui.net/asi-perah/setelah-cuti-melahirkan-berlalu/</link>
		<comments>http://menyusui.net/asi-perah/setelah-cuti-melahirkan-berlalu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 10:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI Perah]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat ASI]]></category>
		<category><![CDATA[asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[ibu bekerja]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Bayi bisa sedih, takut dan bingung saat ibunya tiba-tiba &#8220;menghilang&#8221; untuk bekerja. Tiga bulan rasanya tidak cukup untuk merawat si kecil yang baru lahir. Tapi kalau cuti melahirkan sudah habis dan ibu telah memantapkan pilihan untuk kembali bekerja, buatlah suatu tindakan transisi yang bisa memudahkan seluruh anggota keluarga. Terutama bagi si kecil yang mesti ber-adaptasi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/asi-perah/siap-kembali-ke-kantor-setelah-cuti-melahirkan/' rel='bookmark' title='Siap Kembali Ke Kantor Setelah Cuti Melahirkan'>Siap Kembali Ke Kantor Setelah Cuti Melahirkan</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/asi-perah/cuti-melahirkan-dan-memberi-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Cuti Melahirkan dan Memberi ASI Eksklusif'>Cuti Melahirkan dan Memberi ASI Eksklusif</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/diet-ibu-anak/langsing-setelah-melahirkan-berkat-pemberian-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Langsing Setelah Melahirkan Berkat Pemberian ASI Eksklusif'>Langsing Setelah Melahirkan Berkat Pemberian ASI Eksklusif</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><em><strong>B</strong></em><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em>ayi bisa sedih, takut dan bingung saat ibunya tiba-tiba &#8220;menghilang&#8221; untuk bekerja.</em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"> <span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%">
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-large;">T</span><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">iga       bulan rasanya tidak cukup untuk merawat si kecil yang baru lahir. Tapi       kalau cuti melahirkan sudah habis dan ibu telah memantapkan pilihan untuk       kembali bekerja, buatlah suatu tindakan transisi yang bisa memudahkan       seluruh anggota keluarga. Terutama bagi si kecil yang mesti ber-adaptasi       dengan kondisi baru. Jangan sampai si bayi merasa kaget dan merasa       terbuang saat ditinggal ibu untuk bekerja. Ingat bayi juga seperti kita       yang memiliki perasaan. Dia bisa sedih, takut dan bingung saat orang yang       paling dekat dengannya (baca ibu) tiba-tiba &#8220;menghilang&#8221;       seharian. Lantaran itu kala ibunya harus kembali bekerja, beberapa bayi       akan rewel, enggan menyusu bahkan ada yang sampai berat badanya menyusut.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Ibu pun demikian. Di kantor       ia bisa gelisah karena pikiran dan hatinya berada di rumah. Alhasil,       jangankan bersemangat dalam bekerja, ibu justru merasa cepat lelah dan       ingin selalu buru-buru pulang. <strong>Evie Sukmaningrum, Psi., M.Si</strong>, dari       Fakultas Psikologi Atma Jaya, Jakarta, mengakui adanya kondisi ini pada       ibu-ibu yang baru saja kembali dari cuti melahirkan. &#8220;Kalau sudah       kepengin pulang jangan ditahan-tahan, pulang saja. Kalaupun ditahan       percuma, malah tidak akan produktif,&#8221; sarannya.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Meski begitu ini bukan       masalah tanpa solusi, lo. Intinya cuma satu; persiapan. Jadi sebelum       kembali bekerja, ibu harus melakukan berbagai persiapan untuk si kecil       juga</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">untuk diri sendiri. Idealnya,       persiapan dilakukan sekurang-kurangnya satu minggu sebelum masuk kerja.       Berikut yang disarankan Evi:</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; color: #ff3300; font-size: x-small;"><strong>BERBAGAI       PERSIAPAN UNTUK BAYI</strong></span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; color: #f80080; font-size: x-small;">1. Biasakan       bayi mendapat ASI perah.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Berikan perahan ASI melalui       sendok bukan dot. Kenapa? Bila menggunakan dot dikhawatirkan si kecil akan       mengalami bingung puting (bayi bingung antara mengisap puting dengan dot       botol). Efek selanjutnya bayi bisa menolak puting ibu (menyusu ASI) jika       ia tahu menyusu dari dot botol lebih mudah ketimbang jika harus mengisap       payudara ibu.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Proses pemberian ASI perah       melalui sendok ini memang tidak mudah. Di hari-hari pertama bisa jadi bayi       akan menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah dengan gejala rewel,       tidak mau/tidak bernafsu minum susu. Tapi jangan patah semangat dan       terlalu khawatir karena kondisi ini akan berlalu setelah 3-4 hari.       Disarankan pemberian ASI perah ini sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum       cuti melahirkan ibu habis sehingga dapat melancarkan proses adaptasi bayi.       Misalnya dengan membiasakan bayi menerima ASI perah di siang hari       sementara malam harinya menetek langsung dari payudara ibu.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; color: #f80080; font-size: x-small;">2.       Perkenalkan dengan dunia luar.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Perkenalkan bayi dengan       dunia luar selain kamarnya sehingga ia mengetahui adanya lingkungan selain       rumah dan dapat mengenal banyak orang, bukan hanya dirinya, ibunya atau       ayahnya.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; color: #f80080; font-size: x-small;">3. Belajar       ditinggal ibu.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Hal ini perlu dilatih       minimal satu minggu sebelum hari H. Saat itu ibu harus bisa meyakinkan si       kecil, bahwa ibu akan kembali dan akan bersamanya seusai bepergian.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Kondisi ini juga       memungkinkan bayi untuk lebih dekat dan berlama-lama dengan orang yang       mengasuhnya selama ibu bekerja kelak.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; color: #f80080; font-size: x-small;">4. Biasakan       salam &#8220;perpisahan&#8221; sebelum berangkat kerja secara wajar.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Cukup ucapkan salam sambil       menciumnya. Kalau si kecil menangis, jangan ikut larut dengannya (dengan       menunggunya tenang baru pergi, misalnya). Perbuatan seperti itu justru       tidak mendidik dan si kecil akan lebih sulit untuk ditinggal bekerja.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; color: #ff3300; font-size: x-small;"><strong>PERSIAPAN       IBU</strong></span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Mempersiapkan diri sendiri       menjadi penting karena emosi ibu sangat berpengaruh pada bayi. Jika di       kantor ibu resah, gelisah dan tidak nyaman berpisah dengan si kecil,       kemungkinan besar ia akan merasakan hal yang sama di rumah sehingga       menjadi rewel. Maka dari itu, ibu yang sudah harus masuk kerja kembali       perlu melakukan beberapa persiapan, yaitu:</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><strong>1.</strong> Persiapkan mental       untuk meninggalkan bayi. Pupuklah rasa percaya bahwa sang buah hati akan       baik-baik saja di rumah.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><strong>2.</strong> Mulailah belajar       memerah dua minggu sebelum cuti berakhir. Ketika bayi tidur dan payudara       terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan ASI perah di       kulkas. Esok siangnya berikan pada bayi.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><strong>3.</strong> Bekerja sama       dengan pengasuh. Tekankan pada pengasuh soal pemberian ASI eksklusif (ini       berarti bayi tidak boleh mendapatkan susu formula/makanan apa pun selain       ASI selama ibu bekerja). Jika yang mengasuh si kecil adalah orangtua       sendiri atau mertua yang pengetahuan akan ASI eksklusif masih terbatas,       jelaskanlah secara baik-baik. &#8220;Bu, bayi 3 bulan harus masih ASI       eksklusif karena ia belum siap mencerna makanan selain ASI,&#8221; misalnya.       Intinya kerja sama yang baik dengan pengasuh amat menentukan keberhasilan       ibu untuk menyusui secara eksklusif.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><strong>4.</strong> Jika menggunakan       jasa <em>babysitter </em>pilihlah yang kompeten dan profesional. Akan lebih       baik, jika sudah memanfaatkan jasa <em>babysitter</em> tersebut sejak       kelahiran si kecil agar dapat memerhatikan cara kerja dan sikapnya.       Berikan &#8220;perluasan&#8221; tugas dan kewajiban kepada pengasuh<em> </em>bayi       setidaknya seminggu sebelum ibu kembali bekerja. Dengan demikian bayi       dapat belajar membiasakan diri dengan sentuhan dan suara orang lain selain       ibunya.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">5. Tetap memberikan ASI       meski dengan cara dan waktu yang berbeda. Memberikan ASI sangat membantu       ibu untuk tetap membentuk ikatan batin dengan bayi. Saat kembali bekerja       ibu masih dapat memberikan ASI secara langsung di waktu-waktu tertentu,       semisal sebelum pergi ke kantor atau malam hari sepulang dari kantor. Di       sela jam kerja, ibu masih dapat merasakan kedekatan dengan si kecil saat       memerah ASI.</span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Verdana; color: #cc3300; font-size: medium;">BISA TETAP       EKSKLUSIF</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Sejumlah ibu yang baru       memiliki bayi mengaku terpaksa memberikan susu formula lantaran harus       kembali bekerja. Penyebabnya beragam, ada yang karena produksi ASI menurun       lantaran ibu lelah oleh tekanan pekerjaan. Bayi jadi tidak mau disusui,       dan masih banyak lagi.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Sebenarnya bekerja bukan       alasan untuk berhenti menyusui. Pada awalnya si kecil mungkin akan gelisah       karena mendapat ASI perah sehingga ia menyusu dengan jumlah yang lebih       sedikit dari biasanya, tapi bayi akan cepat beradaptasi kok. Umumnya pada       hari keempat, bayi sudah terbiasa. Seberapa pun ASI perah yang ada, akan       diminum. Kalau ditinggali 500 cc akan diminum; begitu juga 300 cc, bahkan       200cc. Namun ketika ibunya datang, ia akan minum habis-habisan. Jadi, bayi       tak akan kekurangan ASI.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Menyangkut pemberian ASI       eksklusif ini, sejumlah negara sudah memberikan dukungan sepenuhnya. Di       Inggris, umpamanya, ibu hamil dan melahirkan mendapatkan cuti selama 40       minggu. Sementara di Denmark, ibu mendapat cuti 8 minggu sebelum       melahirkan dan 14 minggu sesudah melahirkan ditambah 10 minggu cuti untuk       merawat bayi.</span></p>
<p align="left"><strong><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Gazali Solahuddin.<br />
sumber: </span></strong><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Tabloid Nakita</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/asi-perah/siap-kembali-ke-kantor-setelah-cuti-melahirkan/' rel='bookmark' title='Siap Kembali Ke Kantor Setelah Cuti Melahirkan'>Siap Kembali Ke Kantor Setelah Cuti Melahirkan</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/asi-perah/cuti-melahirkan-dan-memberi-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Cuti Melahirkan dan Memberi ASI Eksklusif'>Cuti Melahirkan dan Memberi ASI Eksklusif</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/diet-ibu-anak/langsing-setelah-melahirkan-berkat-pemberian-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Langsing Setelah Melahirkan Berkat Pemberian ASI Eksklusif'>Langsing Setelah Melahirkan Berkat Pemberian ASI Eksklusif</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/asi-perah/setelah-cuti-melahirkan-berlalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara benar menyusui</title>
		<link>http://menyusui.net/manfaat-asi/cara-benar-menyusui/</link>
		<comments>http://menyusui.net/manfaat-asi/cara-benar-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 09:50:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat ASI]]></category>
		<category><![CDATA[asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pemberian asi]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[tips menyusui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[ Keuntungan mendapatkan ASI bagi bayi ASI adalah makanan yang paling sempurna dan ideal untuk bayi ASI sangat mudah dicerna dan diserap, sehingga mengurangi resiko kolik Kandungan zat Besi (Fe) dalam ASI dapat lebih mudah digunakan Kandungan ASI berubah menyesuaikan kebutuhan bayi ASI mengandung senyawa yang akan membantu perkembangan sistem syaraf dan otak bayi Bayi yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/untungnya-pemberian-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Untungnya Pemberian ASI Eksklusif'>Untungnya Pemberian ASI Eksklusif</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/pemberian-asi-cara-mudah-dan-murah-menyelamatkan-jutaan-nyawa-bayi/' rel='bookmark' title='Pemberian ASI Cara Mudah dan Murah Menyelamatkan Jutaan Nyawa Bayi'>Pemberian ASI Cara Mudah dan Murah Menyelamatkan Jutaan Nyawa Bayi</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/diet-ibu-anak/langsing-setelah-melahirkan-berkat-pemberian-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Langsing Setelah Melahirkan Berkat Pemberian ASI Eksklusif'>Langsing Setelah Melahirkan Berkat Pemberian ASI Eksklusif</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <b>Keuntungan mendapatkan ASI bagi bayi</b></p>
<ul>
<li>ASI adalah makanan yang paling sempurna dan  ideal untuk bayi</li>
<li>ASI sangat mudah dicerna dan diserap, sehingga mengurangi resiko kolik</li>
<li>Kandungan zat Besi (Fe) dalam ASI dapat lebih mudah digunakan</li>
<li>Kandungan ASI berubah menyesuaikan kebutuhan bayi</li>
<li>ASI mengandung senyawa yang akan membantu perkembangan sistem syaraf dan otak bayi</li>
<li>Bayi yang mendapatkan ASI lebih tahan terhadap alergi.</li>
<li>Bayi yang mendapatkan ASI jarang sakit, karena ASI mengandung antibodi</li>
<li>ASI dapat membantu bayi merespon terhadap vaksin, level antibodi pada bayi yang mendapatkan ASI lebih tinggi dari yang tidak (pada usia 7-12bulan)</li>
<li>Menyusui mengurangi resiko terkena SIDS (Sudden Infant Death Syndrome &#8211; Sindrom Meninggal Mendadak pada Bayi)</li>
</ul>
<p><b>Keuntungan menyusui bagi Ibu</b></p>
<ul>
<li>Menghemat pengeluaran bulan rumah tangga, karena tidak perlu membeli susu formula (-smile- pengalaman pribadi)</li>
<li>ASI selalu tersedia</li>
<li>ASI selalu segar, siap disajikan tanpa perlu dicampur, ditakar, dipanaskan atau tidak ada botol yang harus dicuci (dua yang terakhir gak berlaku bagi ASI perah -wink-)</li>
<li>Menyusui di malam hari jadi lebih mudah</li>
<li>Tidak perlu mempersiapkan stok susu jika melakukan perjalanan (ini juga pengalaman pribadi, soalnya stok ASI gak mungkin ketinggalan kan! -hehehe-)</li>
<li>Menyusui meningkatkan bonding antara ibu dan bayi</li>
<li>Dengan menyusui, pendarahan setelah melahirkan seringkali lebih sedikit</li>
<li>Ukuran rahim lebih cepat kembali ke ukuran sebelum hamil</li>
<li>Mempercepat penurunan berat badan (Bener lho&#8230; <span style="color: rgb(255, 0, 0);">Anak pertama, aku naik 13kilo, back to berat sebelum hamil setelah 6bulan. Pas anak kedua naik 8kilo, belum 4bulan tinggal 1kilo ke berat sebelum hamil</span> -big smile-)</li>
<li>Mengurangi kemungkinan terkena kanker rahim dan kanker payudara</li>
</ul>
<p><span style="color: rgb(0, 128, 128);"><i>disarikan dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi</i></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/untungnya-pemberian-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Untungnya Pemberian ASI Eksklusif'>Untungnya Pemberian ASI Eksklusif</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/pemberian-asi-cara-mudah-dan-murah-menyelamatkan-jutaan-nyawa-bayi/' rel='bookmark' title='Pemberian ASI Cara Mudah dan Murah Menyelamatkan Jutaan Nyawa Bayi'>Pemberian ASI Cara Mudah dan Murah Menyelamatkan Jutaan Nyawa Bayi</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/diet-ibu-anak/langsing-setelah-melahirkan-berkat-pemberian-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Langsing Setelah Melahirkan Berkat Pemberian ASI Eksklusif'>Langsing Setelah Melahirkan Berkat Pemberian ASI Eksklusif</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/manfaat-asi/cara-benar-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI</title>
		<link>http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/</link>
		<comments>http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 02:42:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Ibu & Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat ASI]]></category>
		<category><![CDATA[asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pemberian asi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA&#8211;MIOL : Kematian sekitar 30 ribu anak Indonesia setiap tahunnya dapat dicegah melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan sejak kelahiran bayi, demikian menurut siaran pers dari UNICEF, Rabu. Pemberian ASI secara eksklusif dapat menekan angka kematian bayi hingga 13 persen sehingga dengan dasar asumsi jumlah penduduk 219 juta, angka kelahiran [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/asi-eksklusif-demi-sang-anak/' rel='bookmark' title='ASI Eksklusif demi Sang Anak'>ASI Eksklusif demi Sang Anak</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/diet-ibu-anak/program-asi-eksklusif-hingga-bayi-enam-bulan/' rel='bookmark' title='Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan'>Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/turun-jumlah-bayi-yang-dapat-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif'>Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA&#8211;MIOL : Kematian sekitar 30 ribu anak Indonesia setiap tahunnya dapat dicegah melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan sejak kelahiran bayi, demikian menurut siaran pers dari UNICEF, Rabu.</p>
<p>Pemberian ASI secara eksklusif dapat menekan angka kematian bayi hingga 13 persen sehingga dengan dasar asumsi jumlah penduduk 219 juta, angka kelahiran total 22/1000 kelahiran hidup, angka kematian balita 46/1000 kelahiran hidup maka jumlah bayi yang akan terselamatkan sebanyak 30 ribu.</p>
<p>Namun yang patut disayangkan tingkat pemberian ASI secara eksklusif di tanah air hingga saat ini masih sangat rendah yakni antara 39 persen hingga 40 persen dari jumlah ibu yang melahirkan.</p>
<p>Promosi pemberian ASI masih terkendala oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI dan cara menyusui yang benar, kurangnya pelayanan konseling laktasi dari petugas kesehatan, masa cuti yang terlalu singkat bagi ibu yang bekerja, persepsi sosial budaya dan keagresifan produsen susu formula memromosikan produknya kepada masyarakat dan petugas kesehatan.</p>
<p>Padahal ASI merupakan makanan sempurna yang dapat melindungi bayi dari berbagai jenis penyakit termasuk Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), diare, gangguan pencernaan kronis, kegemukan, alergi, diabetes dan tekanan darah tinggi.</p>
<p>Menurut ahli gizi anak UNICEF Felicity Savage King ASI juga mengandung asam lemak essensial, asam amino taurine dan elemen nutrisi mikro lain yang sangat penting untuk perkembangan otak.</p>
<p>Ia juga mengatakan bahwa pemberian ASI eksklusif akan berdampak pada sistem endokrin yakni pelepasan hormon prolaktin dan oxytosin yang akan mempengaruhi sikap dan pola asuh ibu.</p>
<p>&#8220;Sikap dan pola asuh ibu pada bayinya akan mempengaruhi perkembangan emosional dan otak anak,&#8221; tambahnya seraya menambahkan bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan ASI cenderung lebih beresiko terkena depresi dan masalah emosional lainnya.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pemberian ASI eksklusif juga berdampak baik terhadap kesehatan ibu karena dapat menurunkan resiko terkena kanker payudara dan kanker rahim.</p>
<p>Oleh karena itu ia menyarankan agar semua pihak terlibat dalam kampanye pemberian ASI secara eksklusif.</p>
<p>Pemerintah, kata dia, harus membuat kebijakan nasional yang kuat dan menunjuk individu dengan kemampuan memadai untuk mengoordinir penerapan kebijakan tersebut.</p>
<p>Ia juga menyarankan agar pemerintah mengalokasikan sumber daya yang cukup baik sumber daya manusia, pendanaan maupun pengorganisasian dalam pemberian ASI dan makanan pendamping bagi balita.</p>
<p>Pemerintah, kata dia, juga harus memotivasi petugas kesehatan, pengelola fasilitas kesehatan, dan lembaga profesi agar tidak hanya mengedepankan kebutuhan komersial.</p>
<p>Ia menyarankan agar pemerintah menguatkan penegakan aturan tentang pemasaran susu formula dan pengganti ASI serta menambah jumlah sarana kesehatan yang sayang bayi dan ibu. (Ant/OL-1)</p>
<p>sumber: Media Indonesia Online, 9 Maret 2006</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/asi-eksklusif-demi-sang-anak/' rel='bookmark' title='ASI Eksklusif demi Sang Anak'>ASI Eksklusif demi Sang Anak</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/diet-ibu-anak/program-asi-eksklusif-hingga-bayi-enam-bulan/' rel='bookmark' title='Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan'>Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/turun-jumlah-bayi-yang-dapat-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif'>Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ASI Perah, Solusi Buat Ibu Bekerja</title>
		<link>http://menyusui.net/asi-perah/asi-perah-solusi-buat-ibu-bekerja/</link>
		<comments>http://menyusui.net/asi-perah/asi-perah-solusi-buat-ibu-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 18:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI Perah]]></category>
		<category><![CDATA[asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[ibu bekerja]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Jadi, Bu, tak ada alasan untuk tak memberi ASI eksklusif pada si kecil. Sangat dianjurkan menyimpan ASI peras di lemari es karena tahan 2 hari dan kualitasnya pun tak berubah. Sekitar 70 persen ibu di Indonesia bekerja. Ini berarti, banyak ibu yang tak bisa menyusui. Namun bukan berarti si kecil tak bisa mendapatkan ASI sama [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/asi-perah/asi-perah/' rel='bookmark' title='ASI Perah'>ASI Perah</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/asi-perah/bekerja-tapi-harus-menyusui-enggak-masalah/' rel='bookmark' title='Bekerja tapi Harus Menyusui? Enggak Masalah..'>Bekerja tapi Harus Menyusui? Enggak Masalah..</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/asi-perah/setelah-cuti-melahirkan-berlalu/' rel='bookmark' title='Setelah Cuti Melahirkan Berlalu'>Setelah Cuti Melahirkan Berlalu</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><em><strong>J</strong></em><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;"><em>adi, Bu, tak ada alasan untuk tak memberi ASI eksklusif pada si kecil. Sangat dianjurkan menyimpan ASI peras di lemari es karena tahan 2 hari dan kualitasnya pun tak berubah. </em></span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;"><em></em></span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Sekitar 70 persen ibu di Indonesia bekerja. Ini berarti, banyak ibu yang tak bisa menyusui. Namun bukan berarti si kecil tak bisa mendapatkan ASI sama sekali. Toh, ASI bisa diperas. Dengan begitu, si kecil bisa tetap memperoleh ASI, bahkan ASI eksklusif yaitu hanya ASI tanpa makanan tambahan apa pun hingga si kecil berusia 6 bulan. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Hanya sayang, ASI peras tak bisa menggantikan tindakan menyusui itu sendiri. Seperti diketahui, tindakan menyusui punya banyak pengaruh untuk pertumbuhan mental dan fisik bayi. &#8220;Kalau saja semua bayi mendapatkan <em>exclusive breast feeding</em> minimal 4 bulan, saya yakin tak akan ada tawuran seperti sekarang ini. Karena anak-anak yang diberi ASI akan tumbuh menjadi anak yang kepribadiannya baik, lantaran mereka tumbuh dalam keadaan yang dinamakan <em>secure attachment</em>, suatu suasana yang aman, hingga mereka akan mempunyai kepribadian yang baik,&#8221; tutur <strong>dr. Utami Roesli, SpA, MBA. </strong></span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Itu sebab, ASI peras hanya dianjurkan bagi bayi-bayi yang ibunya bekerja. &#8220;Bila ibu tak bekerja atau si bayi bisa dibawa ke tempat di mana ibunya berada, harus diusahakan <em>breast feeding</em> atau menyusui langsung, bukan ASI peras,&#8221; lanjut ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu RS Sint. Carolus, Jakarta ini. Jadi, Bu, hanya bila situasi dan kondisinya tak memungkinkan untuk menyusui langsung, barulah si kecil boleh diberi ASI peras/perah. &#8220;Ibaratnya, tak ada rotan, akar pun jadi.&#8221; </span></span></p>
<p><a title="TokoDEA.com dedicated to breastfeeding" href="http://tokodea.com" target="_blank"><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">POMPA PISTON</span></span></a></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Namun sebelum kita memberikan ASI peras pada si kecil, ada beberapa &#8220;aturan&#8221; yang penting diperhatikan. Pertama, sebelum si kecil berusia 4 bulan, sebaiknya ASI peras/perah yang diberikan jangan menggunakan dot dulu karena si kecil akan &#8220;bingung puting.&#8221; Maksudnya, ia akan susah untuk kembali menyusu dengan benar pada payudara ibu. Kedua, bila sudah berada satu atap lagi dengan si kecil, hendaknya ASI peras yang masih ada jangan diberikan lagi, tapi bayi harus menyusu langsung pada ibu. Bukankah tindakan menyusui adalah rotan? Jadi, bila ada rotan, mengapa harus menggunakan akar? </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Adapun cara &#8220;menabung&#8221; ASI peras, yang paling baik dan efektif dengan menggunakan alat pompa ASI elektrik. Hanya saja, harganya relatif mahal. Lagi pula, masih ada cara lain yang lebih terjangkau bila punya dana lebih, yaitu piston atau pompa berbentuk suntikan. Prinsip kerja alat ini memang seperti suntikan, hingga memiliki keunggulan, yaitu setiap jaringan pompa mudah sekali dibersihkan dan tekanannya bisa diatur. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Ironisnya, pompa-pompa yang ada di Indonesia jarang sekali berbentuk suntikan, lebih banyak berbentuk <em>squeeze and bulb</em>. Padahal, harga kedua pompa tersebut relatif sama. Namun bentuk <em>squeeze and bulb</em> tak pernah dianjurkan banyak ahli ASI. Soalnya, pompa seperti ini sulit dibersihkan bagian <em>bulb</em>-nya (bagian belakang yang bentuknya menyerupai bohlam) karena terbuat dari karet hingga tak bisa disterilisasi. Selain itu, tekanannya tak bisa diatur, hingga tak bisa sama/rata. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">MEMERAH DENGAN JARI</span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Tentu saja ada yang lebih murah ketimbang pompa-pompa ASI tadi, yaitu memerah dengan jari. Cara <em>back to nature</em> ini amat sederhana dan tak perlu biaya. Namun agar hasil perahannya memuaskan, kita perlu mengenal sedikit anatomi payudara. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Seperti dijelaskan Utami, payudara terdiri tiga komponen yang prinsipil, yaitu &#8220;pabrik&#8221; (di daerah berwarna putih), saluran, dan &#8220;gudang&#8221; (di daerah warna cokelat atau areola) ASI. Ketiganya seperti bejana berhubungan. &#8220;ASI diproduksi di &#8216;pabrik&#8217;nya yang berbentuk seperti kumpulan buah anggur. Setiap &#8216;pabrik&#8217; ASI dilalui otot-otot. Bila otot-otot ini mengkerut, ia akan memompa ASI ke salurannya menuju &#8216;gudang&#8217;. Nah, agar pabrik memproduksi ASI lagi, syarat utamanya ASI di &#8216;gudang&#8217; harus habis lebih dulu. Bila &#8216;gudang&#8217; kosong, barulah &#8216;pabrik&#8217; akan mengisinya kembali, begitu seterusnya,&#8221; papar Utami. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Jadi, pada prinsipnya kita harus bisa mengeluarkan ASI yang ada di &#8220;gudang&#8221;. Caranya, tempatkan tangan kita di salah satu payudara, tepatnya di tepi areola. Posisi ibu jari terletak berlawanan dengan jari telunjuk. Tekan tangan ke arah dada, lalu dengan lembut tekan ibu jari dan telunjuk bersamaan. Pertahankan agar jari tetap di tepi areola, jangan sampai menggeser ke puting. Ulangi secara teratur untuk memulai aliran susu. Putar perlahan jari di sekeliling payudara agar seluruh saluran susu dapat tertekan. Ulangi pada sisi payudara lain, dan jika diperlukan, pijat payudara di antara waktu-waktu pemerasan. Ulangi pada payudara pertama, kemudian lakukan lagi pada payudara kedua. Letakan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperas. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">CARA MENYIMPAN</span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Sebenarnya, tutur Utami, memerah ASI hampir sama dengan mengeluarkan pasta gigi. Bila kita hanya menekan ujung pasta gigi, tentu pastanya tak akan keluar. Jadi, kita harus menekan agak ke belakang. &#8220;Bila tak keluar banyak, kemungkinan teknik ibu salah. Mungkin cara memerah susunya seperti melakukan <em>massage</em> payudara. Ini tak akan mengeluarkan ASI, karena yang ditekan pada <em>massage</em> payudara adalah &#8216;pabrik&#8217; ASI bukan &#8216;gudang&#8217;nya. Kan, kita tak bisa langsung mengeluarkan ASI dari &#8216;pabrik&#8217; tapi harus melalui &#8216;gudang&#8217; dulu.&#8221; Jadi, bila tekniknya sudah benar, lama-kelamaan memerah ASI akan menjadi pekerjaan biasa. Waktu yang dibutuhkan pun tak sampai setengah jam, tapi susu yang terkumpul bisa mencapi 500 cc, lo. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Setelah diperah, ASI harus di simpan dengan baik agar dapat bertahan lama. Menurut Utami, di udara terbuka, ASI perah bisa tahan 6-8 jam, tapi bila ditaruh di kantong plastik lalu dimasukan termos dan diberi es batu, akan tahan kira-kira 1X 24 jam. Lain lagi bila ASI perah dimasukan di lemari es, bisa tahan 2X24 jam. Sedangkan bila dimasukkan dalam <em>freezer</em>, bisa tahan 3 bulan. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Namun dari semua cara penyimpanan tadi, lebih dianjurkan untuk memasukkan ASI ke dalam termos dan lemari es. &#8220;Sudah dibuktikan, lo, ASI perah yang dimasukkan ke termos dan lemari es tak mengalami perubahan komposisi gizi sama sekali. Hanya mungkin warna dan bentuknya saja yang berubah.&#8221; Tak demikian halnya jika dimasukkan dalam freezer, &#8220;ASI akan mengalami perubahan dalam hal jumlah imunoglobulin, yaitu protein molekul yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh, karena ada yang mati akibat kedinginan.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">SUAPI PAKAI SENDOK</span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Selanjutnya, ketika ingin memberikan ASI perah pada si kecil, kita harus menghangatkannya dulu. Namun jangan dipanaskan di atas api, lo, karena mengakibatkan beberapa enzim penyerapan mati kepanasan. Beberapa buku dari luar menganjurkan untuk menyiram ASI dengan <em>running tap water</em>, tapi di Indonesia, kan, jarang ada keran yang berisi air hangat. Jadi cukup dengan mangkuk yang diisi air hangat (suhu airnya sama dengan suhu air yang biasa kita gunakan untuk mandi atau suhu tubuh). Adapun lama penghangatan tergantung suhu ASI, tapi prinsipnya buatlah suhu ASI seperti suhu tubuh karena akan menyerupai ASI yang dikeluarkan langsung. Nah, setelah selesai bisa langsung diberikan pada bayi. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Namun cara pemberiannya jangan pakai botol susu dan dot, melainkan disuapi pakai sendok. Kalau si kecil langsung menyusu dari botol, lama-lama ia jadi &#8220;bingung puting&#8221;. Jadi, ia hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola ibu masuk ke mulut bayi. Jadi, kalau si kecil sudah &#8220;bingung puting&#8221;, tak heran bila ia gagal mengeluarkan ASI di &#8220;gudang&#8221;nya. Salah satu tanda posisi si kecil salah menyusu ialah payudara ibu lecet. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Tak usah cemas si kecil akan kekurangan ASI berapapun jumlah ASI perah yang dikeluarkan. Memang, pada awalnya si kecil akan gelisah dengan jumlah yang mungkin lebih sedikit dari biasanya, tapi bayi akan cepat beradaptasi, kok. &#8220;Maksimal pada hari keempat, bayi akan sudah terbiasa. Seberapa pun ASI yang ada, akan diminum. Kalau ditinggali 500 cc, akan diminum; begitu juga 300 cc, bahkan 200c. Namun ketika ibunya datang, ia akan minum habis-habisan. Jadi, bayi tak akan kekurangan ASI. Itu sudah dibuktikan, lo,&#8221; tutur Utami. </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;">Nah, Bu, tak ada lagi yang perlu dicemaskan, bukan? Ingat, lo, meski bunda bekerja, si kecil tetap bisa mendapatkan ASI ekslusif! </span></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #000000; font-family: Verdana;"><span style="font-size: x-small; color: #000000; font-family: Verdana;"><em>Faras Handayani .<br />
</em><strong>sumber:</strong> tabloid Nakita<em> </em></span></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/asi-perah/asi-perah/' rel='bookmark' title='ASI Perah'>ASI Perah</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/asi-perah/bekerja-tapi-harus-menyusui-enggak-masalah/' rel='bookmark' title='Bekerja tapi Harus Menyusui? Enggak Masalah..'>Bekerja tapi Harus Menyusui? Enggak Masalah..</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/asi-perah/setelah-cuti-melahirkan-berlalu/' rel='bookmark' title='Setelah Cuti Melahirkan Berlalu'>Setelah Cuti Melahirkan Berlalu</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/asi-perah/asi-perah-solusi-buat-ibu-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ASI Membuat IQ Tinggi Dan Mandiri</title>
		<link>http://menyusui.net/kesehatan-ibu-bayi/asi-membuat-iq-tinggi-dan-mandiri/</link>
		<comments>http://menyusui.net/kesehatan-ibu-bayi/asi-membuat-iq-tinggi-dan-mandiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 08:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Ibu & Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat ASI]]></category>
		<category><![CDATA[asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pemberian asi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Air susu ibu alias ASI ibarat ari-ari di luar tubuh. Janin yang semula terlindungi ari-ari, setelah lahir &#8220;dilindungi&#8221; ASI. Masih banyak lagi, lo, manfaat lainnya. Salah satu benda yang dikenal bayi pada jam-jam pertama kelahirannya adalah payudara ibunya. Soalnya, seperti dikatakan dr. Utami Roesli, SpA, MBA dari RS St. Carolus Jakarta, &#8220;Setengah jam setelah lahir, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/' rel='bookmark' title='Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI'>Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/asi-adalah-emas-yang-diberikan-gratis/' rel='bookmark' title='ASI adalah Emas yang Diberikan Gratis'>ASI adalah Emas yang Diberikan Gratis</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/diet-ibu-anak/program-asi-eksklusif-hingga-bayi-enam-bulan/' rel='bookmark' title='Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan'>Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><em><strong>A</strong></em><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em>ir susu ibu alias ASI ibarat ari-ari di luar tubuh. Janin yang semula terlindungi ari-ari, setelah lahir &#8220;dilindungi&#8221; ASI. Masih banyak lagi, lo, manfaat lainnya. </em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em> </em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"> <span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Salah satu benda yang dikenal bayi pada jam-jam pertama kelahirannya adalah payudara ibunya. Soalnya, seperti dikatakan <strong>dr. Utami Roesli, SpA, MBA</strong> dari RS St. Carolus Jakarta, &#8220;Setengah jam setelah lahir, bayi harus diperkenalkan dengan payudara ibunya.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Memang, isapan bayi di puting susu ibunya itu bukan untuk makan/nutrisi. Sebab, di hari-hari pertama kehidupannya, ia belum memerlukan cairan. &#8220;Perkenalan pertama pada puting susu ibunya bertujuan agar ia belajar minum sehingga nantinya ia terbiasa menyusu.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Menurut Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu Sint. Carolus ini, menyusu tak bersifat instinktif tapi harus dipelajari. &#8220;Jadi, salah kalau kita menganggap karena hamil dan ada hormon-hormon tertentu, bayi bisa menyusu dengan baik dan lancar!&#8221; Nah, pelajaran menyusu yang dimaksud adalah bagaimana menentukan posisi puting susu ibu dan mulut bayi. &#8220;Ini lebih penting dibanding posisi ibu dan tubuh bayi saat menyusu.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">&#8220;TAMENG&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Disamping memberi pelajaran pada si kecil, ASI di hari-hari pertama kehidupan bayi juga penting diberikan. Bukan untuk bayi tumbuh, melainkan untuk &#8220;tameng&#8221; menggantikan badan sang ibu. Karena ASI di hari-hari pertama mengandung kolostrum. Bahan ini (terdapat pada ASI di hari 1 hingga 14) mempunyai kandungan vitamin dan perlindungan yang diperlukan untuk daya tahan tubuh. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Oleh karena itu ASI melindungi bayi dari gangguan usus dan pencernaan, serta memperkecil kemungkinan keluhan alergi. Tak perlu cemas jika ia buang air 10-15 kali dalam sehari di bulan pertama. &#8220;Itu bukan diare, penyakit atau ASInya tak cocok, melainkan di dalam kolustrum terdapat pencahar. Jadi, normal saja. Berat badannya pun tidak turun, tetap naik.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Namun, pesan Utami, jika ibu mengganti ASI dengan apa pun, risiko infeksi akan lebih besar terjadi. Entah dari air untuk membuat susu formula, botol yang tak steril, dan lainnya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Yang pasti, tegas Utami, &#8220;ASI tak pernah basi. Dia itu seperti darah yang jika tak dipakai, diserap tubuh kembali dan jika diserap bayi, akan diproduksi lagi,&#8221; tutur Utami. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">CERDAS &amp; MANDIRI </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pendek kata, memberi ASI amat banyak manfaatnya. Terutama bagi si bayi. Menurut penelitian, bayi jadi tumbuh optimal dan lebih sehat, tidak kegemukan atau terlalu kurus. &#8220;Bayi akan sehat karena dalam ASI ada antibodi yang tak terdapat dalam susu hewan,&#8221; jelas Utami. Itulah mengapa para ahli menganjurkan bayi harus diberikan ASI eksklusif (hanya ASI saja tanpa cairan lain) selama 6 bulan. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Yang tak kalah penting, pemberian ASI eksklusif juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan bayi. Penelitian yang dilakukan pada 1993 mengungkapkan, di usia 7 tahun, anak memiliki IQ dengan poin 8,3 lebih tinggi. &#8220;Sebab, ASI ialah susu manusia dan buat otak manusia. Jadi, ada zat-zat khusus untuk pembentukan sel otak, yang tak bisa didapat pada susu sapi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">ASI eksklusif juga meningkatkan ikatan kasih sayang antara ibu dan bayinya. Jika di dalam kandungan bayi merasa aman dan terlindungi di dalam rahim, kini ketenteraman itu diperolehnya lewat kontak kulit ke kulit dengan ibunya dan ia tetap bisa mendengar detak jantung ibunya kala ia tengah menyusu. Karena merasa aman, dilindungi, dan dicintai, anak akan tumbuh sehat, cerdas, dan mandiri. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Lewat pemberian ASI pula, ibu jadi tahu, bayinya tak tahan pada jenis makanan tertentu. Misalnya si ibu makan santan lalu bayinya mencret, ia jadi tahu dan berhenti mengkonsumsi santan. Ini terjadi karena bayi tak bisa mencerna ASI tersebut akibat ada bahan sensitif. Kalau ibunya tak makan santan lagi, ya, si bayi tak akan mencret kembali.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Yang jelas, ibu menyusui tak perlu diet apa pun, sepanjang mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Berbagai bahan makanan berserabut semisal sayur, buah, dan kacang-kacangan amat dianjurkan. Sebab, selain baik untuk pencernaan, banyak mengandung cairan. Ibu menyusui perlu banyak cairan. Umumnya, 2 liter cairan per hari.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">MITOS</span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Sayangnya, banyak ibu tak menyusui bayinya dengan berbagai alasan. ASInya kering, kurang, payudaranya kecil, atau karena takut. &#8220;Padahal, semua itu cuma mitos!&#8221; Utami menjelaskan, ada anggapan bahwa bayi baru lahir harus diberi minum. Jadilah kalau ASI belum keluar, ia diberi cairan lain atau dot. &#8220;Kalau dikasih cairan lain, bagaimana dia bisa belajar menyusu? Mengisap ASInya jadi sedikit,&#8221; terang Utami. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Sedangkan jika diberi dot, maka ia akan &#8220;bingung dot&#8221;. Maksudnya, ia bisa mengisap di bagian depan atau sampai kepala dot. &#8220;Waktu harus menyusu ASI, daya isapnya, kan, beda. Ini membahayakan daya isap bayi. Di sisi lain, kalau daya isapnya berkurang, produksi ASInya pun akan kurang.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Penting diketahui, produksi ASI tergantung kebutuhan bayi. Jika bayi kurang minum bukan berarti ibunya tak bisa memproduksi sebanyak yang diminta bayi. Kemungkinan besar karena bayinya yang tak bisa mengambil susu dengan baik, misalnya karena posisi menyusui yang salah. Tapi jika ASI diperah atau diminumkan dengan benar, maka ASI tak ada habis-habisnya karena dalam payudara ibu ada &#8220;pabrik&#8221; ASI (di daerah payudara yang berwarna putih), tempat produksi ASI, yang lalu dialirkan ke &#8220;gudang&#8221; ASI (di daerah payudara yang berwarna coklat). </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Banyak-sedikitnya produksi ASI dirangsang oleh pengosongan &#8220;gudang&#8221;nya. Jika &#8220;gudang&#8221; susu kosong, otomatis &#8220;pabrik&#8221; akan membuatnya. Setelah produksinya banyak, lalu kita perah. Karena letak &#8220;gudang&#8221; itu pula, maka puting susu harus masuk ke dalam mulut bayi secara benar. Gusi-gusi bayi menekan daerah coklat di sekelilingnya, bukan cuma putingnya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">DUKUNGAN SUAMI</span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Besar-kecil payudara, kata Utami, tak menentukan banyak-sedikit ASI. Bisa jadi, besarnya itu karena lemak. &#8220;Tak perlu takut ASI tak keluar. Sebetulnya tak ada ibu yang tak keluar ASInya. Dari 100 ibu yang mengatakan seperti itu, 98 orang tak bermasalah. Hanya 2 yang bermasalah.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Merujuk data penelitian lembaga konsumen, ibu-ibu tak mau memberikan ASI lebih karena takut ditinggalkan suami jika payudaranya berubah. Padahal, terang Utami, &#8220;Yang mengakibatkan payudara berubah bukanlah menyusui, tapi kehamilan. Jadi, jika payudara tak mau berubah, ya, jangan punya anak, jangan hamil.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Itulah mengapa Utami menegaskan, &#8220;Dalam menyusui, suami harus ikut serta.&#8221; Maksudnya, jika ibu tak didukung, maka hampir tak mungkin ibu memberikan ASInya selama 6 bulan. &#8220;Nah, pemberian ASI eksklusif ini, 50 persennya ditentukan pula oleh suami.&#8221; Utami mengingatkan, proses menyusui atau memberi makan bayi bukanlah urusan ibu semata. &#8220;Suami pun harus membantu sehingga ibu tak gelisah dan pikirannya tenang. Jika gelisah, ASI bisa tak keluar.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Apalagi, memberi ASI akan menyehatkan ibu. &#8220;Hubungan suami- istri lebih cepat kembali, karena uterus atau rahim cepat mengecil. Biasanya, buat pria, hal ini sangat penting,&#8221; tutur Utami. Tak perlu khawatir pula, menyusui bisa membuat badan gemuk. Penelitian menunjukkan, ibu yang memberi ASI eksklusif akan kembali ke berat badan normal lebih cepat. &#8220;Untuk jangka panjangnya, kemungkinan kena sejumlah jenis kanker juga jadi mengecil.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">ASI PERAH</span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Alasan bekerja sehingga tak bisa menyusui, juga bukan berarti tak bisa disiasati. Ibu dapat menyediakan ASI secukupnya dengan cara memompa payudara. &#8220;Dalam botol dengan penutup, bisa tahan 6-8 jam dan bila disimpan di lemari es bisa tahan 24-48 jam. Bahkan di dalam <em>freezer</em> bisa bertahan hingga 3 bulan meski ada kerugiannya, yakni zat antibodinya berkurang,&#8221; terang Utami. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Sebaiknya, masukkan ASI yang sudah diperah ke dalam botol berpenutup (sebelumnya botol harus direbus agar steril), lalu simpan di lemari es. Taruh label di botol untuk menandakan kapan ASI tersebut dipompa. Jika ingin diberikan pada bayi, hangatkan pada suhu tubuh 37 derajat Celcius. &#8220;Jangan dimasak dengan temperatur tinggi karena bisa menghilangkan vitamin, antibodi, dan bahan makanannya. Sebaiknya, lakukan dengan kucuran air ledeng yang hangat. Terakhir, suapkan ke mulut bayi dengan sendok. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Memang, aku Utami, ada kerugian memberi ASI dengan cara ini. &#8220;Ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi berkurang karena tak terjadi kontak langsung.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em>Dedeh Kurniasih. Foto : Rohedi</em></span></span></p>
<p><strong>sumber: </strong>Tabloid Nakita</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/' rel='bookmark' title='Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI'>Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/asi-adalah-emas-yang-diberikan-gratis/' rel='bookmark' title='ASI adalah Emas yang Diberikan Gratis'>ASI adalah Emas yang Diberikan Gratis</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/diet-ibu-anak/program-asi-eksklusif-hingga-bayi-enam-bulan/' rel='bookmark' title='Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan'>Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/kesehatan-ibu-bayi/asi-membuat-iq-tinggi-dan-mandiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ASI Eksklusif demi Sang Anak</title>
		<link>http://menyusui.net/manfaat-asi/asi-eksklusif-demi-sang-anak/</link>
		<comments>http://menyusui.net/manfaat-asi/asi-eksklusif-demi-sang-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2006 00:30:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat ASI]]></category>
		<category><![CDATA[asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pemberian asi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Kebahagiaan dan kebanggaan tidak terkira dirasakan ibu jika berhasil menyusui bayinya, khususnya setelah hamil anak pertama. Sebab, air susu ibu alias ASI merupakan makanan yang sempurna bagi bayi. Kunci kesuksesan menyusui adalah rasa cinta, ketekunan, kesabaran, percaya diri, disertai penerapan manajemen laktasi yang baik. Sejumlah ibu yang baru memiliki bayi mengaku terpaksa memberikan susu formula [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/' rel='bookmark' title='Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI'>Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/diet-ibu-anak/program-asi-eksklusif-hingga-bayi-enam-bulan/' rel='bookmark' title='Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan'>Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/kesehatan-ibu-bayi/asi-eksklusif-menurunkan-demam-anak-tanpa-obat/' rel='bookmark' title='ASI Eksklusif-Menurunkan Demam Anak Tanpa Obat'>ASI Eksklusif-Menurunkan Demam Anak Tanpa Obat</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebahagiaan dan kebanggaan tidak terkira dirasakan ibu jika berhasil menyusui bayinya, khususnya setelah hamil anak pertama. Sebab, air susu ibu alias ASI merupakan makanan yang sempurna bagi bayi. Kunci kesuksesan menyusui adalah rasa cinta, ketekunan, kesabaran, percaya diri, disertai penerapan manajemen laktasi yang baik.</p>
<p>Sejumlah ibu yang baru memiliki bayi mengaku terpaksa memberikan susu formula lantaran harus kembali bekerja. Produksi ASI pun menurun lantaran kelelahan setelah seharian bekerja. Selain itu, banyak di antara mereka yang mengalami gangguan dalam menyusui, seperti bayi tidak mau disusui, saluran ASI tersumbat.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya bekerja bukan alasan bagi kita untuk berhenti menyusui,&#8221; kata Upik, karyawati swasta di Jakarta Pusat. Sejak awal, ia telah bertekad untuk memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan kepada bayinya. Hal ini bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil dari berbagai penyakit.</p>
<p>Agar tetap dapat memberikan ASI kendati tidak secara langsung, ia selalu memerah ASI dengan menggunakan pompa elektrik sebanyak dua kali selama bekerja di kantor. &#8220;Karena kantor tidak memiliki ruang untuk memerah ASI, saya terpaksa memerah ASI di kamar kecil yang jarang dipakai,&#8221; ujarnya.</p>
<p>ASI perah itu dimasukkan ke dalam botol dan disimpan dalam lemari pendingin yang ada di kantornya. Untuk menjaga kebersihan wadah penyimpanan maupun alat pompa ASI, ia pun menyimpan alat sterilisasi di tempat kerjanya. &#8220;ASI perah itu biasanya untuk keesokan harinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Saat hampir berusia enam bulan, anaknya mulai diberi makanan pendamping ASI. &#8220;Saya sebenarnya ingin terus memberikan ASI, tapi anak saya enggak mau sendiri, sudah pengin dapat makanan tambahan. Jadi, ya terpaksa sekarang ia diberi susu formula. Padahal, sebenarnya ASI saya masih lancar, tidak kering,&#8221; kata Upik.</p>
<p>Sementara Ny Lia, warga Serpong yang bekerja di kawasan Palmerah, Jakarta, dengan bangga menuturkan bahwa ketiga anaknya mendapatkan ASI eksklusif minimal selama enam bulan. Hal ini dilandasi keinginannya agar ketiga anaknya tumbuh kembang optimal, tidak mudah sakit dan cerdas. &#8220;Buktinya, ketiga anak saya jarang sakit. Paling hanya pilek, itu pun cepat sembuh,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, ia setiap hari memerah ASI dengan menggunakan tangan sebanyak dua sampai tiga kali di kantornya. ASI perah itu kemudian disimpan di dalam kantong es berlapis dua dan diletakkan dalam lemari pendingin. &#8220;Anak pertama saya hanya mendapat ASI sampai usia enam bulan karena saya keburu mengandung lagi. Tapi kedua adiknya mendapat ASI sampai hampir setahun,&#8221; kata Lia.</p>
<p><strong>ASI Eksklusif enam bulan</strong><br />
Menyusui adalah suatu proses yang terjadi secara alami. Jadi, jarang sekali ada ibu yang gagal atau tidak mampu menyusui bayinya. Meskipun demikian, menyusui juga perlu dipelajari, terutama oleh ibu yang baru pertama kali memiliki anak agar tahu cara menyusui yang benar.</p>
<p>Kendati prosesnya alami, kemampuan ibu memberi ASI tidak datang tiba-tiba. Ada serangkaian proses yang turut memberi andil dalam kelancaran pemberian ASI, mulai dari persiapan fisik sampai batin calon ibu. Makin dini bayi disusui, maka kian cepat dan lancar proses menyusui si kecil.</p>
<p>Kualitas dan kuantitas produksi ASI juga perlu dijaga agar perkembangan fisik dan mental bayi bisa optimal. Caranya antara lain dengan mengonsumsi makanan bergizi, terutama sayuran, minum cairan, cukup beristirahat dan sering menyusui, serta memijat payudara. Jika jarang disusukan, produksi ASI dikhawatirkan akan menurun.</p>
<p>Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar bayi baru lahir mendapat ASI eksklusif (tanpa tambahan apa-apa) selama enam bulan. Sebab, menurut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia DKI Jakarta (IDAI Jaya) dr Badriul Hegar SpA (K), ASI adalah nutrisi alamiah terbaik bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal.</p>
<p>Tidak ada jadwal khusus yang bisa diterapkan untuk pemberian ASI pada bayi. Jadi, ibu harus siap setiap saat bayi membutuhkan ASI. Akibatnya, jika ibu diharuskan kembali bekerja penuh di luar rumah sebelum bayi berusia enam bulan, pemberian ASI eksklusif ini tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.</p>
<p>Maka, Akida M Widad, Staf Pengajar Jurusan Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam artikelnya menuturkan, sejumlah negara memberikan kelonggaran kepada ibu hamil dan melahirkan. Di Inggris ibu yang hamil dan melahirkan bisa mendapatkan cuti 40 minggu. Di Denmark, ibu mendapat cuti empat atau delapan minggu sebelum melahirkan dan 14 minggu sesudah melahirkan ditambah 10 minggu cuti untuk merawat bayi.</p>
<p>Di Indonesia, sesuai kebijakan pemerintah, sebagian besar perusahaan menerapkan kebijakan pemberian cuti melahirkan hanya tiga bulan. Karena itu, kendati kampanye nasional pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dicanangkan, kenyataannya hal itu sulit dilakukan bagi ibu yang bekerja di luar rumah. Kondisi fisik dan mental yang lelah setelah bekerja sepanjang hari telah menghambat kelancaran produksi ASI.</p>
<p>Kendati demikian, hal itu tidak berarti kesempatan ibu yang bekerja untuk memberi ASI eksklusif kepada bayinya hilang sama sekali. Bekerja bukan alasan untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif bagi sang buah hati. Selain diberikan secara langsung, yakni dengan menyusui si kecil, ASI juga dapat diberikan secara tidak langsung dengan cara memberikan ASI perah.</p>
<p><strong>ASI Perah<br />
</strong>Oleh karena itu, pengetahuan tentang cara memerah, menyimpan dan memberikan ASI perah ini sebaiknya dikuasai para ibu. Klinik Laktasi Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, menyarankan agar para ibu menyiapkan ASI perah minimal dua hari sebelum mulai bekerja dan meninggalkan bayi. ASI sebaiknya diperah setiap tiga jam karena produksi susu akan makin melimpah jika sering dikeluarkan.</p>
<p>ASI pada dasarnya dapat diperah melalui tiga cara, yakni menggunakan tangan, alat secara manual, atau memakai alat pompa elektrik. Namun, bila dilihat dari sisi ekonomis dan kepraktisan, memerah ASI dengan tangan lebih unggul dibandingkan dua cara yang lain dan bisa melakukannya kapan saja tanpa bantuan alat kecuali wadah yang bersih untuk menampung ASI.</p>
<p>Cara apa pun yang dipilih, faktor kebersihan harus tetap diperhatikan. Sebelum memerah ASI, cucilah tangan Anda dengan sabun dan air hingga bersih dan sediakan wadah tertutup yang bersih dan steril untuk menampung ASI. Kemudian, perah sedikit ASI lalu oleskan pada puting dan areola karena air susu ibu mengandung zat antibakteri.</p>
<p>Pada masa-masa awal, ibu tidak perlu putus asa jika jumlah ASI yang diperoleh tidak sebanyak yang diinginkan. Sebab, untuk menjadi terampil memerah ASI memang butuh waktu dan latihan. Karena itu, ibu sebaiknya berlatih memerah ASI sekitar satu minggu sebelum kembali bekerja. Selama di tempat kerja, ibu dianjurkan memerah ASI sebanyak dua sampai tiga kali di tempat yang tenang.</p>
<p>Wadah untuk menampung ASI perah sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, misalnya botol atau cangkir tertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas, tahan dimasak dalam air mendidih, dan mempunyai mulut lebar agar ASI yang diperah dapat ditampung dengan mudah. Bila ASI tidak langsung diberikan, pastikan penyimpanannya aman dari kontaminasi dan berikan label waktu pemerahan pada setiap wadah ASI perah.</p>
<p>Jika ASI perah akan diberikan kurang dari enam jam pada bayi, ASI tersebut tidak perlu disimpan dalam lemari es. Dalam buku Kiat Sukses Menyusui, ibu disarankan untuk tidak menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari tiga atau empat jam. ASI perah tahan enam sampai delapan jam di ruangan bersuhu kamar, 24 jam dalam termos berisi es batu, 48 jam dalam lemari es dan tiga bulan dalam freezer.</p>
<p>Sebelum diberikan kepada bayi, ASI yang dibekukan dicairkan terlebih dulu dan diletakkan dalam ruangan dengan suhu kamar. Kemudian, wadah berisi ASI itu direndam dalam air hangat sebelum diberikan kepada bayi. ASI sebaiknya diberikan dengan cangkir atau sendok agar bayi bisa mengisap ASI sedikit demi sedikit. Seusai diberi ASI, bayi dipegang dalam posisi tegak agar sendawa.</p>
<p>Pemberian ASI perah dengan sendok atau cangkir sebaiknya diberikan orang lain, bukan ibu bersangkutan. Ini untuk menjaga konsistensi sehingga bayi tidak mengalami bingung puting. Selain itu, sisa susu yang tidak dihabiskan bayi sebaiknya tidak disimpan atau dibekukan ulang agar bayi terhindar dari risiko terserang diare.</p>
<p>Selain penerapan manajemen, laktasi itu juga harus disertai dukungan semua pihak agar upaya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan bisa berhasil. Sikap keluarga sangat menentukan keberhasilan menyusui, terutama suami, dengan membantu tugas rumah tangga agar ibu yang menyusui tidak kelelahan, dan bantuan tenaga yang menjamin keamanan si kecil ketika ditinggal bekerja.</p>
<p>Adanya &#8220;tempat kerja sayang ibu&#8221; yang mendukung proses laktasi di tempat kerja juga mempermudah ibu bekerja memberi ASI eksklusif selama enam bulan. Contohnya, dengan menyediakan ruang untuk menyusui atau memerah ASI dan tempat penitipan bayi, memberi kesempatan ibu menyusui atau memerah ASI setiap tiga jam. (Evy Rachmawati dan Rien Kuntari)</p>
<p><em>sumber: Kompas Cyber Media, 4 Agustus 2006</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/' rel='bookmark' title='Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI'>Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/diet-ibu-anak/program-asi-eksklusif-hingga-bayi-enam-bulan/' rel='bookmark' title='Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan'>Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/kesehatan-ibu-bayi/asi-eksklusif-menurunkan-demam-anak-tanpa-obat/' rel='bookmark' title='ASI Eksklusif-Menurunkan Demam Anak Tanpa Obat'>ASI Eksklusif-Menurunkan Demam Anak Tanpa Obat</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/manfaat-asi/asi-eksklusif-demi-sang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ASI adalah Emas yang Diberikan Gratis</title>
		<link>http://menyusui.net/manfaat-asi/asi-adalah-emas-yang-diberikan-gratis/</link>
		<comments>http://menyusui.net/manfaat-asi/asi-adalah-emas-yang-diberikan-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2005 12:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat ASI]]></category>
		<category><![CDATA[asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pemberian asi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta (58) menggambarkan betapa berharganya Air Susu Ibu (ASI) dengan menyamakannya dengan logam mulia emas. &#8220;ASI itu sebenarnya ibarat emas yang diberikan gratis oleh Tuhan, karena ASI adalah cairan hidup yang dapat terus menyesuaikan kandungan zatnya terhadap kebutuhan bayi. Seperti komputer yang dapat mengatur kebutuhan tubuh bayi,&#8221; kata Meutia seusai [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/turun-jumlah-bayi-yang-dapat-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif'>Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/' rel='bookmark' title='Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI'>Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/kesehatan-ibu-bayi/asi-membuat-iq-tinggi-dan-mandiri/' rel='bookmark' title='ASI Membuat IQ Tinggi Dan Mandiri'>ASI Membuat IQ Tinggi Dan Mandiri</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta (58) menggambarkan betapa berharganya Air Susu Ibu (ASI) dengan menyamakannya dengan logam mulia emas.</p>
<p>&#8220;ASI itu sebenarnya ibarat emas yang diberikan gratis oleh Tuhan, karena ASI adalah cairan hidup yang dapat terus menyesuaikan kandungan zatnya terhadap kebutuhan bayi. Seperti komputer yang dapat mengatur kebutuhan tubuh bayi,&#8221; kata Meutia seusai membuka Gerak Jalan Masal dalam perayaan Pekan ASI di Jakarta, Sabtu (6/8) pagi.</p>
<p>Perempuan kelahiran Yogjakarta itu menyayangkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat ASI tersebut. Padahal, demi perkembangan fisik dan intelektualnya, semua anak harus memperoleh ASI Esklusif selama miniman enam bulan.</p>
<p>&#8220;Kita harus mendorong mereka, ibu-ibu itu supaya bisa memberikan ASI Esklusif pada bayi hingga usia enam bulan, dan dilanjutkan hingga dua tahun atau lebih dengan tambahan makanan pendamping,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Anak seorang proklamator Indonesia itu mengatakan, minimnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya ASI, antara lain karena ada perubahan sosial budaya yang menganggap ASI tidak penting lagi.</p>
<p>&#8220;Karena orang ingin modern, selalu ada dorongan untuk menjadi modern, kemudian ada kesalahan persepsi bahwa modern itu juga berarti mengkonsumsi apa yang dianggap modern. Dan sayangnya itu tidak dibarengi dengan mempertahankan apa yang sudah ada,&#8221; kata perempuan berkacamata itu.</p>
<p>Kerena keinginan mengikuti modernitas itu pula, banyak ibu berpaling pada susu formula yang merupakan produk modern, dan meninggalkan ASI yang dinilai ketinggalan zaman.</p>
<p>ASI yang merupakan emas berharga, menurut Meutia, adalah jawaban terhadap masalah kekurangan gizi yang dihadapi bangsa Indonesia.</p>
<p>Balita yang mengalami gizi buruk dan kurang gizi meliputi seperempat dari jumlah balita yang ada di Indonesia, sekitar 27 persen.</p>
<p>&#8220;Tentunya kita tidak mengharapkan dari sekitar 6,5 juta balita itu, seperempatnya kurang gizi, bahkan 1,5 juta mengalami gizi buruk. Sekarang kita ubah pola pikir yang ada selama ini mengenai ASI. harus kita tanamkan bahwa asi esklusif itu merupakan satu-satunya jalan kaluar bagi mengatasi gizi buruk,&#8221; tutup Meutia. (Ant/OL-1)</p>
<p>sumber: Media Indonesia Online, Sabtu, 6 Agustus 2005</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/turun-jumlah-bayi-yang-dapat-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif'>Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/' rel='bookmark' title='Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI'>Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/kesehatan-ibu-bayi/asi-membuat-iq-tinggi-dan-mandiri/' rel='bookmark' title='ASI Membuat IQ Tinggi Dan Mandiri'>ASI Membuat IQ Tinggi Dan Mandiri</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/manfaat-asi/asi-adalah-emas-yang-diberikan-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program ASI Eksklusif hingga Bayi Enam Bulan</title>
		<link>http://menyusui.net/diet-ibu-anak/program-asi-eksklusif-hingga-bayi-enam-bulan/</link>
		<comments>http://menyusui.net/diet-ibu-anak/program-asi-eksklusif-hingga-bayi-enam-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2005 11:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILoveASI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diet Ibu Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Info ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat ASI]]></category>
		<category><![CDATA[asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pemberian asi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses asi eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[&#8221;Coba yang ini saja Bu, kandungannya lengkap, ada AA dan DHA untuk perkembangan otak, 15 vitamin dan mineral, serta FOS yang berguna membantu pencernaan. Rasanya juga disesuaikan dengan bayi ibu yang baru mau belajar makan makanan padat. Dapat ibu lihat di label, cocok untuk bayi usia 4 bulan ke atas,&#8221; ujar seorang SPG (sales promotion [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/info-asi/pernyataan-unicef-asi-eksklusif-tekan-angka-kematian-bayi-indonesia/' rel='bookmark' title='Pernyataan UNICEF: ASI Eksklusif Tekan Angka Kematian Bayi Indonesia'>Pernyataan UNICEF: ASI Eksklusif Tekan Angka Kematian Bayi Indonesia</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/turun-jumlah-bayi-yang-dapat-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif'>Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/' rel='bookmark' title='Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI'>Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221;Coba yang ini saja Bu, kandungannya lengkap, ada AA dan DHA untuk perkembangan otak, 15 vitamin dan mineral, serta FOS yang berguna membantu pencernaan. Rasanya juga disesuaikan dengan bayi ibu yang baru mau belajar makan makanan padat. Dapat ibu lihat di label, cocok untuk bayi usia 4 bulan ke atas,&#8221; ujar seorang SPG (sales promotion girl) pada seorang ibu di counter susu dan makanan bayi sebuah supermarket.</p>
<p>Sembari membacakan label yang tertera pada sebuah kardus biskuit bayi, SPG tersebut terus memberikan keterangan mengenai keunggulan produk yang ditawarkannya, berusaha menggaet calon konsumennya. Si calon konsumen, Yanti, seorang ibu muda dari seorang bayi mungil berusia empat bulan, tampak memerhatikan keterangan SPG dengan serius. Sesekali ia bertanya kepada SPG mengenai produk yang akan dibelinya. Akhirnya, dua kotak biskuit bayi masuk ke keranjang belanjanya.</p>
<p>Pemandangan semacam itu dapat dengan mudah dijumpai di berbagai sentra penjualan susu dan makanan bayi. Si konsumen, ibu tadi, tidak menyadari telah melakukan sebuah kekeliruan dalam menangani tumbuh kembang anaknya. Bayinya yang berusia empat bulan semestinya masih dalam program ASI (air susu ibu) eksklusif. Sebuah program terbaik untuk tumbuh kembang seorang bayi, yakni hanya memberikan ASI saja hingga bayi berusia enam bulan.</p>
<p>Namun, kekeliruan Yanti tidak semata-mata karena kesalahannya, bisa dikatakan ia adalah korban dari &#8216;kenakalan&#8217; produsen makanan pendamping ASI. Pada kardus biskuit bayi yang ia beli tertera tulisan &#8216;untuk usia 4 bulan ke atas&#8217;. Sebuah tulisan yang semestinya tidak tertera karena menyesatkan konsumen. Semestinya, mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 450/2004, bayi harus diberi ASI saja hingga usia enam bulan, bukan empat bulan.</p>
<p>Berbagai penelitian telah membuktikan berbagai keunggulan tak terbantahkan mengenai manfaat pemberian ASI eksklusif selama enam bulan. Mulai dari pertumbuhan fisik yang sempurna, perkembangan kecerdasan yang pesat, hingga kematangan emosional seorang anak, terpacu berkat ASI eksklusif enam bulan.</p>
<p>Sayangnya, peraturan tinggal peraturan. Produsen susu dan makanan pendamping ASI yang semestinya turut berperan serta dalam program yang notabene bisa menyehatkan generasi penerus, justru banyak yang melakukan penyimpangan. Pencantuman label &#8216;untuk bayi usia empat bulan ke atas&#8217; adalah salah satu contohnya.</p>
<p>Pada pertemuan di &#8216;Executive Forum&#8217; yang diadakan Media Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu, terungkap bahwa mayoritas produsen susu dan makanan pendamping ASI memang belum semuanya mengacu pada peraturan mengenai ASI eksklusif enam bulan. &#8221;Hal tersebut terjadi karena peraturan. Sebagian besar produsen masih berpegang pada peraturan lama saat batasan ASI eksklusif adalah empat bulan. Dan hingga saat ini izin yang mereka pegang masih berlaku, jadi belum ada pembaharuan, tidak ada sanksi tegas terhadap hal ini,&#8221; ujar Sekretaris Ikatan Produsen Susu (IPS), Syahlan Siregar, dalam forum tersebut.</p>
<p>Pencantuman label &#8216;untuk bayi usia 4 bulan ke atas&#8217;, hanyalah salah satu contoh dari berbagai tindakan produsen susu yang tidak mendukung program ASI eksklusif enam bulan. Seperti diungkapkan dr Nurcholish Madjid, M.Kes dari Program Appropriate Technology in Health (PATH), dari penelitian yang diselenggarakan lembaganya diketahui berbagai &#8216;kenakalan&#8217; produsen susu formula dan makanan pendamping bayi. &#8221;Di antaranya, melakukan promosi dalam berbagai bentuk kepada sarana kesehatan serta tenaga kesehatan, baik dokter maupun bidan, untuk turut serta memasarkan produk mereka. Ada yang diberi insentif bulanan hingga ada yang disponsori untuk naik haji,&#8221; ujar dr Nurcholish yang bersama lembaganya melakukan penelitian tentang perilaku pemberian ASI pada masyarakat di daerah Cirebon, Cianjur, Kediri, dan Blitar pada tahun 2003.</p>
<p>Diakui Syahlan, perilaku-perilaku tersebut memang kerap terjadi. Satu hal yang menjadi penyebabnya adalah lemahnya peraturan. Padahal, menurutnya, produsen IPS yang beranggotakan sembilan produsen di antaranya Nestle dan Frissian Flag, bisa dipastikan akan mematuhi semua peraturan yang memiliki kejelasan di sisi materi maupun sanksinya.</p>
<p>Mengenai peraturan mengenai ASI eksklusif, diakui salah satu anggota Komisi IX DPR RI Tuti Indarsih Lukman, saat ini memang mendesak untuk diberlakukan dan meliputi berbagai kalangan. Pasalnya, produsen susu formula dan makanan pendamping ASI bukanlah satu-satunya penyebab sulitnya menjalankan program ASI eksklusif. Beberapa hal lain seperti peraturan ketenagakerjaan mengenai cuti melahirkan dan keberadaan ruang ASI di tempat kerja, serta juga perlu dibuatkan aturan agar mendukung program ASI eksklusif enam bulan tersebut.</p>
<p>Pihak DPR, lanjut Tuti, yang saat ini tengah melakukan pembahasan tentang perubahan UU No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, juga akan berusaha memasukkan masalah ASI dalam perubahannya. &#8221;Kami juga memantau pihak-pihak terkait seperti Departemen Kesehatan, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) serta BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) agar membuat program dan peraturan yang mendukung ASI eksklusif,&#8221; ujar Tuti.</p>
<p>Dengan peraturan dan sanksi yang tegas serta program-program mendukung, diharapkan angka pemberian ASI dapat ditingkatkan dari kondisi sekarang. Menurut hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002-2003, didapati data jumlah pemberian ASI eksklusif pada bayi di bawah usia dua bulan hanya mencakup 64% dari total bayi yang ada. Persentase tersebut menurun seiring dengan bertambahnya usia bayi. Yakni, 46% pada bayi usia 2-3 bulan dan 14% pada bayi usia 4-5%. Yang lebih memprihatinkan, 13% bayi di bawah dua bulan telah diberi susu formula dan satu dari tiga bayi usia 2-3 bulan telah diberi makanan tambahan. (Nik/H-4)</p>
<p>sumber: Media Indonesia Online, Rabu, 03 Agustus 2005</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://menyusui.net/info-asi/pernyataan-unicef-asi-eksklusif-tekan-angka-kematian-bayi-indonesia/' rel='bookmark' title='Pernyataan UNICEF: ASI Eksklusif Tekan Angka Kematian Bayi Indonesia'>Pernyataan UNICEF: ASI Eksklusif Tekan Angka Kematian Bayi Indonesia</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/manfaat-asi/turun-jumlah-bayi-yang-dapat-asi-eksklusif/' rel='bookmark' title='Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif'>Turun, Jumlah Bayi Yang Dapat ASI Eksklusif</a></li>
<li><a href='http://menyusui.net/info-asi/setiap-tahun-30-ribu-anak-dapat-diselamatkan-dengan-pemberian-asi/' rel='bookmark' title='Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI'>Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan Pemberian ASI</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menyusui.net/diet-ibu-anak/program-asi-eksklusif-hingga-bayi-enam-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

